<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KLIPING KORAN NASIONAL</title>
	<atom:link href="http://klipingberita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klipingberita.wordpress.com</link>
	<description>Selalu Ada Yang Baru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Feb 2011 23:15:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='klipingberita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KLIPING KORAN NASIONAL</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://klipingberita.wordpress.com/osd.xml" title="KLIPING KORAN NASIONAL" />
	<atom:link rel='hub' href='http://klipingberita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Noordin M. Top, Buron yang Jago Menjaring Kader JI Diamankan hingga Empat Lapis</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/noordin-m-top-buron-yang-jago-menjaring-kader-ji-diamankan-hingga-empat-lapis/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/noordin-m-top-buron-yang-jago-menjaring-kader-ji-diamankan-hingga-empat-lapis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bom jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bom marriot]]></category>
		<category><![CDATA[bom ritz carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[[ Senin, 20 Juli 2009 ] Semakin kuat saja dugaan bahwa otak di belakang teror bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton adalah Noordin Mohd Top. Bagaimana sebenarnya posisinya di jaringan Jamaah Islamiyah (JI)? &#8212; Ciri-ciri Noordin yang selama ini dikantongi polisi adalah selalu mengenakan pakaian panjang karena mempunyai sejenis penyakit kulit yang membuat kulit putihnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=367&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ Senin, 20 Juli 2009 ]</div>
<div>
Semakin kuat saja dugaan bahwa otak di belakang teror bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton adalah Noordin Mohd Top. Bagaimana sebenarnya posisinya di jaringan Jamaah Islamiyah (JI)?</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Ciri-ciri Noordin yang selama ini dikantongi polisi adalah selalu mengenakan pakaian panjang karena mempunyai sejenis penyakit kulit yang membuat kulit putihnya seperti bersisik dan kudisan, serta bulunya sangat banyak dan panjang. Logatnya khas Melayu dan cedal.</p>
<p>&#8221;Boleh jadi, kini logatnya sudah hilang. Tapi, ciri-ciri lainnya masih,&#8221; kata seorang perwira yang telah mengejar buron teroris asal Malaysia selama enam tahun. Beberapa kali Noordin sempat terlacak. Mulai di Palembang, Boyololali, Semarang, dan sejumlah kota di Jawa Tengah lain. Noordin memang paling sering terlihat bergerak di kawasan Jawa Tengah.<span id="more-367"></span></p>
<p>Menurut sumber tersebut, Noordin sebenarnya tidak terlalu istimewa dalam hal kemiliteran maupun soal bom. Dia cukup jago merekrut meski perwira tersebut mengatakan kepiawaiannya merekrut lebih disebabkan &#8220;nama besarnya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Karir&#8221; Noordin Mohd Top dimulai sejak menjadi mahasiswa di UTM (Universiti Teknologi Malaysia). Di sana dia bertemu sang teroris jenius matematika, Dr Azahari. Setelah direkrut Ali Ghufron alias Muklas, Azahari ganti merekrut Noordin.</p>
<p>Teroris yang dihargai Rp 1 miliar atas penangkapannya itu kemudian menjalani pelatihan di Kamp Hudaibiyah di Moro, Filipina. Setelah dua tahun menjalani pelatihan, pada 1998, Noordin masuk Indonesia melalui Ternate.</p>
<p>Namun, yang mematangkan Noordin adalah konflik Poso dan konflik Ambon. &#8221;Dua konflik itu menjadi sangat &#8220;menguntungkan&#8221; bagi JI. Ada tempat latihan, simulasi, sekaligus menemukan kader-kader militan,&#8221; lanjutnya. Selanjutnya, pada akhir 1999, Noordin ke Jawa. Di sana dia terlibat proyek pengeboman gereja. Noordin kebagian tugas mengebom serangkaian gereja di Riau. Hasilnya, sukses besar.</p>
<p>Selanjutnya, Noordin menjadi kesayangan Dr Azahari. Kesamaan almamater dan kewarganegaraan membuat Azahari begitu dekat dengan Noordin. Ini pula yang kemudian melambungkan nama Noordin. &#8221;Memang kemampuannya masih di atas rata-rata teroris jebolan Poso ataupun Ambon, tapi di level JI, Noordin masih tergolong &#8216;biasa-biasa&#8217; saja,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Namun, Noordin adalah seorang &#8220;master&#8221; dalam &#8220;seni&#8221; meloloskan diri. Memburunya sejak lebih dari enam tahun, polisi selalu menangkap angin. Padahal, polisi sudah mempunyai semua yang dibutuhkan untuk bisa menangkapnya. Mulai kemungkinan nomor ponsel, <em>e-mail</em>, hingga frekuensi suaranya pun sudah di-<em>locked</em>. &#8221;Sekali saja suaranya muncul di telepon, akan langsung terlacak,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Tapi, Noordin memang bukan teroris kemarin sore. Sejak empat tahun lalu Noordin tak pernah muncul di <em>e-mail </em>atau di saluran telepon. Suami Munfiatun tersebut benar-benar menghindari peranti elektronik. Cara berkomunikasinya pun menjadi manual.</p>
<p>Dia pun membangun lapis pengaman. Untuk bisa bertemu dirinya, setidaknya harus melintasi empat kurir berbeda. Sejauh yang diketahui polisi, lapis terakhir sebelum bertemu Noordin adalah Tedi. Nama terakhir itu nyaris ditangkap polisi di kawasan Simpang Lima, Semarang, sesaat setelah penggerebekan Azahari di Batu pada 2005. Tapi, Tedi tetap nekat melawan, menembakkan pistol ke udara, dan kabur dengan naik motor GL Pro.</p>
<p>Tedi diduga kuat mengembangkan sel-sel baru untuk melapisi Noordin. Mereka mencari bibit baru untuk dikader menjadi &#8220;mujahid&#8221;. &#8220;Operasinya di organisasi Islam garis keras yang rata-rata anggotanya punya <em>ghirah</em> (semangat) beribadah tinggi. Jadi, mudah dibelokkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarnan sendiri mengakui bahwa Noordin memang cukup licin. &#8221;Tentu saja, dia (Noordin, Red) masih tetap menjadi daftar teratas buron teror yang kami kejar,&#8221; tandasnya. <strong>(ano/rdl/kum) </strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=367&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/noordin-m-top-buron-yang-jago-menjaring-kader-ji-diamankan-hingga-empat-lapis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisa Ubah Gula Jadi Bahan Peledak</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/bisa-ubah-gula-jadi-bahan-peledak/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/bisa-ubah-gula-jadi-bahan-peledak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bom jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bom marriot]]></category>
		<category><![CDATA[bom ritz carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/365/</guid>
		<description><![CDATA[[ Senin, 20 Juli 2009 ]   KENDATI masih berstatus mahasiswa semester tujuh Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Palembang, Sugiarto sudah hafal di luar kepala cara membuat bom. Dengan lancar, pemuda 21 tahun itu menyebutkan komposisi dan campuran bom mautnya. Dia ditangkap dalam sebuah penggerebekan di Palembang pada November 2008. Saat ditangkap, polisi juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=365&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ Senin, 20 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>KENDATI</strong> masih berstatus mahasiswa semester tujuh Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Palembang, Sugiarto sudah hafal di luar kepala cara membuat bom. Dengan lancar, pemuda 21 tahun itu menyebutkan komposisi dan campuran bom mautnya.</p>
<p>Dia ditangkap dalam sebuah penggerebekan di Palembang pada November 2008. Saat ditangkap, polisi juga mengamankan 20 rangkaian bom yang selesai dirakitnya. Yang membuat miris adalah kemampuannya. Belajar dari seorang ustad di Ambon pada 2006, kemampuan Sugi (panggilan Sugiarto) dalam merakit bom, mengutip seorang anggota polisi, &#8220;semudah dia membuat mi instan&#8221;.<span id="more-365"></span></p>
<p>Padahal, dalam level JI, kemampuan Sugi masih terbilang dasar. Dalam JI, ada sejumlah nama dengan kemampuan yang jauh di atasnya. Di antaranya, Ali Imron, Ali Fauzi, Mubarak, Dr Azhari, Dulmatin, dan Umar Patek. Kabarnya, nama-nama di atas bisa mengubah gula menjadi sebuah bahan peledak dengan daya ledak cukup besar. &#8221;Hanya satu langkah di bawah TNT daya ledaknya,&#8221; kata seorang mantan anggota JI senior kepada Jawa Pos. Nama-nama di atas memang mendapatkan pelatihan langsung dari kamp pelatihan Mujahidin Afghanistan.</p>
<p>Namun, yang paling istimewa adalah Azhari. Hanya dengan melihat saja, Azhari langsung bisa menghitung bahan yang diperlukan sekaligus berapa berat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk meruntuhkan sebuah gedung, misalnya. Sementara itu, yang lainnya masih membutuhkan kalkulator.</p>
<p>Beruntung, Azhari telah tewas. Namun, sejumlah nama lainnya masih hidup. Beruntung pula, nama-nama legendaris tersebut kini mempunyai penafsiran mengenai ayat-ayat perang dan ayat-ayat damai yang relatif berbeda dengan yang terdahulu.</p>
<p>Hanya, orang yang mempunyai kemampuan membuat bom, baik yang expert maupun yang masih baru seperti Sugi, masih banyak. &#8221;Ini tak lepas dari adanya konflik di Poso maupun Ambon. Di situ banyak orang yang mendapatkan pelatihan. Saya tak bisa membayangkan bila ada konflik seperti di Poso lagi,&#8221; kata Ali Fauzi, alumnus kamp Hudaibiyah, yang juga adik kandung Ali Ghufron dan Amrozi (pelaku utama Bom Bali).<strong>(ano/kum)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=365&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/bisa-ubah-gula-jadi-bahan-peledak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Bom Sama Gampangnya dengan Memasak Mi Telur</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/membuat-bom-sama-gampangnya-dengan-memasak-mi-telur/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/membuat-bom-sama-gampangnya-dengan-memasak-mi-telur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 08:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bom jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bom marriot]]></category>
		<category><![CDATA[bom ritz carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]   Jika disebut sebagai organisasi, mungkin Jamaah Islamiyah (JI) sudah nyaris habis. Sebab, banyak tokohnya yang ditangkap. Namun, pecahannya diduga kuat masih ada. Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jumat lalu (17/7) bisa jadi merupakan bukti eksistensi pecahan JI itu. Seorang perwira di lingkungan Densus 88 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=363&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div>Jika disebut sebagai organisasi, mungkin Jamaah Islamiyah (JI) sudah nyaris habis. Sebab, banyak tokohnya yang ditangkap. Namun, pecahannya diduga kuat masih ada. Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jumat lalu (17/7) bisa jadi merupakan bukti eksistensi pecahan JI itu.</p>
<p>Seorang perwira di lingkungan Densus 88 Antiteror pernah mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah memantau sekitar 30 orang yang diyakini sebagai &#8220;calon teroris&#8221;. &#8221;Gampang saja menangkapnya, karena sudah dilokalisasi. Tapi, buat apa?&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sasarannya memang yang kelas kakap dan &#8220;layak tangkap&#8221;. Istilahnya membiarkan ikan kecil untuk menangkap ikan besar. Seperti dalam kasus penangkapan di Palembang November 2008.<br />
<span id="more-363"></span><br />
Ketika itu Densus 88 menangkap Abdurrahman Taib, Sugiarto, dan tiga orang lainnya. Mereka adalah &#8220;teroris baru&#8221;, yakni baru saja direkrut dan diajari cara melakukan pengeboman. &#8221;Sebenarnya tak hendak kami tangkap,&#8221; urainya. Dia menerangkan bahwa yang ditunggu adalah Noordin Mohd Top. Waktu itu petugas yakin bahwa Noordin akan datang ke Palembang. &#8221;Jadi, kami sengaja menunggu Noordin datang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Namun, perkembangannya sangat mengkhawatirkan. Sugiarto, salah seorang anggota sel baru tersebut, ternyata telah merangkai 20 bom &#8220;siap pakai&#8221;. &#8221;Kami khawatir, bila tidak segera ditangkap, ke-20 rangkaian bom tersebut bakal dikirim ke mana-mana,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Yang membuat lebih &#8220;gelisah&#8221;, kendati baru direkrut, para anggota muda binaan Noordin Mohd Top tersebut sudah jago membuat bom. Ibaratnya, membuat bom bagi para anggota baru itu sama gampangnya dengan memasak mi telur. Sugiarto, misalnya. Dia hafal di luar kepala soal penggunaan dan pencampuran bahan kimia dan bagaimana memperlakukannya. Celakanya, sel-sel kecil bentukan Noordin dengan kemampuan merakit bom seperti itu diduga masih tersebar.</p>
<p>***</p>
<p>Sejarah generasi baru para teroris tersebut tak bisa dilepaskan dari kehadiran JI. Bermula ketika sejumlah peserta kamp pelatihan Mujahidin di Afghanistan diminta memilih. Mau bergabung dengan Ustad Abdullah Sungkar atau Ustad Masduki. Sama-sama memperjuangkan NII (negara Islam Indonesia), keduanya berselisih pendapat. Abdullah Sungkar lebih sreg bila perkumpulannya berbentuk organisasi, sedangkan Masduki condong tetap ke bentuk negara.</p>
<p>Sebagian jamaah memilih bergabung dengan Ustad Abdullah Sungkar dan kemudian mendirikan Jamaah Islamiyah. Bermoto <em>Iqomatu Khilafah &#8216;Ala Nahji Nubuwah</em> (Mendirikan khilafah yang sesuai dengan sunnah Rasul)&#8221;, kelompok ini bergerak secara rahasia. &#8221;Kami dulu memang <em>tandzim sirriyyah</em>,&#8221; kata Nasir Abbas, salah seorang mantan anggota JI yang kemudian tak setuju dengan garis perjuangan faksi keras di JI.</p>
<p>Para pelopornya adalah Ali Ghufron alias Muklas, Nasir Abbas, Imam Hambali, dan kemudian dibantu &#8220;adik kelas&#8221; seperti Ali Fauzi, Ali Imron, Mubarak, Kudamar alias Imam Samudera, Dulmatin, Abu Dujana, Umar Patek, dan sejumlah nama lain.</p>
<p>Struktur operasionalnya menyesuaikan struktur di zaman pemerintahan Nabi Muhammad SAW, baik sistem maupun namanya. Yakni, mulai tingkatan terbawah: <em>majmu&#8217;ah, tashkil, fashil, sariyyah, katibah, </em>dan <em>liwa&#8217;</em>. Struktur seperti itu juga diadopsi oleh Brigade Izzudin Al Qassam, sayap militer Hamas.</p>
<p>Seiring dengan kembalinya para mujahidin tersebut untuk berdakwah di Indonesia, makin besar pula afiliasi sejumlah internal JI ke Usamah Bin Ladin dan Al Qaedah-nya. Afiliasi ini dilakukan faksi Ali Ghufron dan Imam Hambali. &#8221;Kedua orang itu memang <em>key person </em>untuk masuk jaringan Al Qaedah. Penghubungnya <em>ya </em>kedua orang itu. Bahkan, keduanya punya akses langsung ke Usamah,&#8221; ucap seorang mantan anggota senior JI yang tak mau disebut namanya.</p>
<p>Pada 1999, Imam Hambali mendapat desakan dari Al Qaedah untuk melakukan aksi serangan. Selain struktur kewilayahan sudah dirasakan cukup mapan (mempunyai tiga <em>mantiqi</em> atau wilayah dakwah), dana pasokan dari Al Qaedah sudah cukup banyak. Selain itu, Indonesia dianggap sebagai <em>darulharbi</em>, negara yang boleh diperangi. &#8221;Karena di Indonesia banyak kepentingan AS dan sekutunya. Di pikiran mereka (faksi keras JI, Red), saat ini adalah kondisi perang, di mana AS lebih dulu membunuhi penduduk sipil. Jadinya, ini dianggap sebagai alasan sebuah serangan,&#8221; terang Ali Fauzi, alumnus Hudaibiyah yang juga adik kandung Amrozi, pelaku utama bom Bali.</p>
<p>Hasilnya, antara 2000-2002, Indonesia diguncang serangkaian pengeboman tanpa pernah terungkap. Mulai pengeboman Istiqlal, pengeboman gereja di sejumlah kota, dan puncaknya adalah bom Bali I pada 12 Oktober 2002. Bom itu kemudian menjadi titik balik kelompok tersebut. Nasir Abbas sendiri menyesalkan hal tersebut. Dia menilainya sebagai sebuah langkah &#8220;terburu-buru&#8221; (blunder) yang dilakukan Hambali.</p>
<p>Berbekal nomor mesin mobil bom bunuh diri itu, Tim Cobra, satgas bom yang khusus dibentuk Mabes Polri untuk mengungkap kasus tersebut, berhasil mengungkap dan menahan sejumlah pentolannya. Dari serangkaian nama yang ditahan, tentu saja yang paling terkenal adalah trio bom Bali yang dieksekusi November 2008 lalu, yakni Ali Ghufron alias Muklas, Amrozi, dan Imam Samudra.</p>
<p>Sejumlah nama lain yang ditangkap adalah Ali Imron dan Mubarak. Imam Hambali sendiri kemudian ditangkap pemerintah AS dan kini mendekam di Guantanamo Bay, penjara yang dibangun militer AS khusus untuk kasus terorisme.</p>
<p>Kendati sejumlah pentolannya tertangkap, bukan berarti JI langsung lemah. Buktinya, serangkaian serangan bom, seperti di bom JW Marriott I 2003, bom Bali II, dan Kedutaan Australia menunjukkan eksistensi JI. Bahkan, karena sebagian rekannya tertangkap, Abu Dujana, anggota JI yang sebenarnya bukan satu gerbong dengan Ali Ghufron pun mengambil jalan keras.</p>
<p>Selain itu, perang melawan terorisme itu memunculkan nama Dr Azahari dan Noordin Mohd Top, dosen-mahasiswa UTM yang memilih jalan radikal. Untuk kedua orang itu, pemerintah Indonesia menyembarakannya dengan hadiah Rp 1 miliar. Azahari sendiri tertembak mati dalam sebuah penggerebekan bom yang diwarnai dengan ledakan bom di Batu, November 2005.</p>
<p>Noordin sendiri nyaris tertangkap setelah Tedi (tangan kanan sekaligus lapis terakhir kurir sebelum Noordin, Red) digerebek di Simpang Lima, Semarang. Setelah itu, gelombang penangkapan terhadap sejumlah pentolan JI, di antaranya Abu Dujana dan Ustad Zarkasih alias Mbah, amir JI terakhir yang ditangkap di Sleman, Jogjakarta, membuat JI benar-benar kolaps. Memang masih ada nama Dulmatin dan Umar Patek yang belum ditangkap. Namun, keduanya diduga sudah benar-benar tak tercium keberadaannya. Dulmatin sendiri dikabarkan tewas di Moro, Filipina, dalam sebuah serangan tentara Filipina. Sebuah kabar yang tak pernah bisa dikonfirmasikan kebenarannya. &#8221;Boleh dibilang sudah tinggal nama,&#8221; aku Ali Fauzi.</p>
<p>***</p>
<p>Namun, JI ternyata telah beranak dan bercucu. Adalah Noordin yang meneruskannya. Selama dalam pelariannya, Noordin dipercaya telah merekrut dan membentuk <em>majmu&#8217;ah</em>-<em>majmu&#8217;ah</em> (sel-sel) kecil. Selain itu, sel-sel baru kelompok teroris tersebut menjadi fleksibel. Bahkan, keputusan melakukan serangan bom pun bisa dilakukan hanya dalam tingkat sel. Tak perlu koordinasi dengan Noordin atau sel lain. &#8221;Paling-paling kalau perlu sekadar membantu secara teknis. Itu pun bila bisa bertemu,&#8221; ucap sebuah sumber di kepolisian.</p>
<p>Sumber tersebut mengaku kesulitan mendata semua jaringan. Sebab, bisa jadi, sebuah sel aktif hanya sekali bertemu Noordin dan tak pernah bertemu lagi. &#8221;Tak ada yang tahu berapa jumlahnya secara persis, dan mana saja yang aktif,&#8221; tandasnya. <strong>(ano/rdl/git/fal/aga/kum)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=363&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/membuat-bom-sama-gampangnya-dengan-memasak-mi-telur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Alumni Pondok Al Mukmin Ngruki Bernama Nur Hasdi</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/tak-ada-alumni-pondok-al-mukmin-ngruki-bernama-nur-hasdi/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/tak-ada-alumni-pondok-al-mukmin-ngruki-bernama-nur-hasdi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ] Pernyataan bahwa Nur Hasdi adalah alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Solo, dibantah para pemimpin pondok tersebut. Hal itu disampaikan oleh Pembantu Direktur Ponpes Ngruki Sholeh Ibrahim di kantornya, sekretariat Ponpes Al Mukmin, kemarin (19/7). Dia menegaskan, di buku daftar induk murid dan alumni pesantren itu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=361&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]</div>
<div>Pernyataan bahwa Nur Hasdi adalah alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Solo, dibantah para pemimpin pondok tersebut. Hal itu disampaikan oleh Pembantu Direktur Ponpes Ngruki Sholeh Ibrahim di kantornya, sekretariat Ponpes Al Mukmin, kemarin (19/7).</p>
<p>Dia menegaskan, di buku daftar induk murid dan alumni pesantren itu tidak ditemukan nama Nur Hasdi atau Nur Sahid atau Nurhasbi. Karena itu, lanjut Sholeh, pihaknya menuntut Abdurrahman Assegaf agar minta maaf atas pernyataan yang mengaitkan Nur Hasdi dengan Ngruki.</p>
<p>Abdurrahman Assegaf yang Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia memang menyebut Nur Hasdi alumni Ponpes Ngruki.</p>
<p>Sholeh kemarin juga membantah pernyataan Abdurrahman bahwa Nur Hasdi seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri di Kedubes Australia. <span id="more-361"></span></p>
<p>&#8220;Di buku induk tidak ada tiga nama yang disebut Abdurrahman itu. Sebagai mantan kepala KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah, program yang ditempuh Asmar di Ngruki, Red), saya ingat teman seangkatan Asmar. Tapi, tidak ada yang bernama Nurhasbi atau Nur Hasdi,&#8221; terang Sholeh.</p>
<p>Dia justru memaparkan bahwa salah seorang teman seangkatan Asmar adalah Abdul Hadi yang tewas karena tertembak dalam penyergapan polisi di Wonosobo beberapa tahun lalu. Sehingga, tidak ada teman Asmar yang bernama Nurhasbi atau Nur Hasdi maupun Nur Sahid yang berasal dari Al Mukmin.</p>
<p>Sholeh menyebut Abdurrahman memfitnah Ngruki dengan menyebarkan kabar tidak benar itu. Dia berharap Abdurrahman bersedia mencabut pernyataan yang dianggapnya sebagai fitnah tersebut dan meminta maaf kepada Ponpes Al Mukmin. Sebab, sebagai lembaga pendidikan, Al Mukmin terganggu dengan pernyataan yang dinilai menyesatkan tersebut.</p>
<p>Jika itu tidak dilakukan, tegas Sholeh, pihaknya mengambil langkah-langkah yang dianggap tepat untuk menjaga nama baik lembaga.</p>
<p>&#8220;Hasil pengecekan buku induk antara 1987-1993 dan 1988-1994, tidak ada nama-nama seperti yang disebut Abdurrahman Assegaf. Lalu, apa dasar dia berkata seperti itu?&#8221; ucap Sholeh.<strong> (in/tej/jpnn/kum)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=361&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/tak-ada-alumni-pondok-al-mukmin-ngruki-bernama-nur-hasdi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polisi Cocokkan DNA Keluarga Nur Hasdi dengan Potongan Tubuh</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/polisi-cocokkan-dna-keluarga-nur-hasdi-dengan-potongan-tubuh/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/polisi-cocokkan-dna-keluarga-nur-hasdi-dengan-potongan-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[[JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]   JAKARTA &#8211; Begitu mendapatkan informasi bahwa pengebom Hotel JW Marriott diduga bernama Nur Hasdi yang berasal dari Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, langkah cepat langsung ditempuh. Tadi malam dua petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri berangkat ke Temanggung. &#8220;Kami diperintahkan untuk mencari sampel DNA dari keluarga Nur Hasdi,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=358&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/nurhasdi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-359" title="NurHasdi" src="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/nurhasdi.jpg?w=150&#038;h=93" alt="NurHasdi" width="150" height="93" /></a>[JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Begitu mendapatkan informasi bahwa pengebom Hotel JW Marriott diduga bernama Nur Hasdi yang berasal dari Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, langkah cepat langsung ditempuh. Tadi malam dua petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri berangkat ke Temanggung. &#8220;Kami diperintahkan untuk mencari sampel DNA dari keluarga Nur Hasdi,&#8221; kata seorang dokter forensik yang bertugas di Mabes Polri kepada Jawa Pos kemarin (19/7).</p>
<p>Selanjutnya, sampel DNA keluarga Nur Hasdi dicocokkan dengan DNA potongan kepala dan tubuh yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.</p>
<p>&#8220;Nanti, kami cocokkan dengan kepala yang di­temukan di Marriott,&#8221; katanya.<br />
<span id="more-358"></span><br />
Awalnya, Polda Jawa Tengah berupaya mengundang keluarga Nur Hasdi ke Jakarta. &#8220;Itu juga diupayakan. Tapi, yang jelas, dua dokter kami sudah berangkat (ke Temanggung, Red),&#8221; tutur dia. Setelah didapat, sampel (bisa darah, rambut, atau liur, Red) akan diperiksa dan dicocokkan dengan potongan kepala itu,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Dia mengakui bahwa upaya merekonstruksi dan mencocokkan dengan wajah pengebom sangat rumit. &#8220;Kami sudah menerima foto-foto dari Densus 88. Jumlahnya 400-an foto. Di­cocokkan kalau sketsanya jadi,&#8221; terang dia. Mengapa sketsa tersebut belum juga jadi? Bukankah sudah tiga hari? Menurut dokter polisi yang juga menangani kasus pengeboman Marriott pada Agustus 2003 itu, tingkat kerusakan wajah tersebut sangat parah.</p>
<p>&#8220;Berbeda dengan 2003, waktu itu dalam dua hari kami sudah bisa perkirakan sketsa wajah pengebom karena lebih utuh,&#8221; ungkapnya. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memang mengungkapkan bahwa kepala milik dua orang yang sangat diduga sebagai pengebom itu rusak berat &#8220;Batok kepalanya hancur,&#8221; ujar Kapolri Jumat lalu (17/7).</p>
<p>Apakah Nur Hasdi sudah dinyatakan sebagai tersangka? Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna membantah. &#8220;Belum ada penetapan nama tersangka. Semua informasi masih ditelusuri,&#8221; tutur dia kepada Jawa Pos di Media Crisis Centre kemarin.</p>
<p>Polisi juga mencocokkan potongan kepala itu dengan rekaman CCTV yang menunjukkan wajah tamu di kamar 1808 Hotel JW Marriott. &#8220;Dalam semua rekaman yang ada, orang yang dicurigai selalu bertopi. Dalam beberapa frame, dia menggunakan kacamata hitam. Jelas sekali dia sadar terekam CCTV,&#8221; papar sumber Jawa Pos di Mabes Polri.</p>
<p>Menurut sumber itu, pengebom Marriott diduga sudah berlatih dan melakukan simulasi tata cara menginap di hotel berbintang lima. &#8220;Itu teroris necis. Kalaupun dia orang lama, jelas ada mentor yang mengajarkan prosedur check-in di hotel dan sebagainya,&#8221; tegasnya. Pengebom juga tak canggung menggunakan travel bag dan paham benar prosedur menginap di hotel eksklusif.</p>
<p>Di bagian lain, kemarin para petinggi Bareskrim Mabes Polri rapat maraton di Mabes Polri. Rapat itu dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Pusat Identifikasi Brigjen Bekti Suwarno dan Kadensus 88 Brigjen Saut Usman Nasution. &#8220;Satu pintu, melalui humas,&#8221; ujar Bekti saat dikonfirmasi Jawa Pos tentang hasil rapat tadi malam.</p>
<p>Sumber Jawa Pos menjelaskan, dalam rapat itu Susno meminta seluruh penyidik mempercepat kerja. &#8220;Tak boleh ada HP mati,&#8221; ucapnya menirukan Susno. Susno juga meminta setiap tiga jam ada laporan terbaru dari penyidikan. &#8220;Kalau ada indikasi awal, langsung follow up. Jangan remehkan setiap informasi,&#8221; tegasnya menirukan Susno lagi.</p>
<p><strong>Saksi Pusing Lihat Foto </strong></p>
<p>Hingga tadi malam (19/7) penyidik Densus 88 Mabes Polri masih memeriksa para saksi mata secara intensif. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menjelaskan, total 35 saksi telah diperiksa. &#8221;Jumlahnya mungkin masih bertambah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber kuat Jawa Pos menuturkan, empat saksi kunci hingga kemarin masih diisolasi di sebuah kamar Hotel Ritz-Carlton. &#8221;Mereka adalah orang-orang yang kami nilai paling tahu soal kemungkinan pelaku (bom bunuh diri),&#8221; ujar sumber tersebut.</p>
<p>Empat saksi itu adalah dua resepsionis hotel dan dua petugas security. &#8221;Kami juga memperoleh kopi identitas dan keterangan tentang check in tamu kamar 1808 dari pengakuan mereka,&#8221; tuturnya. Sumber itu tidak mau menyebut identitas mereka dengan alasan keamanan penyidikan. &#8221;Mereka bisa terancam,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Karena diburu waktu, penyidik akhirnya menyodorkan foto 460 aktivis Jamaah Islamiyah (JI) yang dimiliki Densus 88. &#8221;Mereka mengaku pusing, bingung, dan lupa,&#8221; katanya. Padahal, polisi juga memboyong ahli sketsa bom ke ruang pemeriksaan di Hotel Ritz-Carlton.</p>
<p>Sebanyak 460 foto itu hasil pengumpulan lapangan selama sembilan tahun. &#8221;Kalau mereka menunjuk salah satu gambar, ini akan sangat membantu,&#8221; ucap sumber tersebut.</p>
<p>Selain empat saksi tersebut, penyidik memeriksa para pegawai kedua hotel. &#8221;Kami juga akan minta keterangan dari para tamu, terutama tamu Hotel JW Marriott,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kamar 1808 yang diduga sebagai pos perencanaan bom bunuh diri diteliti ulang kemarin. Sebelumnya, di kamar itu ditemukan skema, sebuah ponsel, dan bom rakitan yang disimpan dalam tas laptop (Jawa Pos, 18/7). Kondisi kamar itu masih acak-acakan kemarin. &#8221;Masih dibiarkan se­perti awal,&#8221; katanya.</p>
<p>Irjen Pol Nanan Soekarna menjelaskan, temuan terkait kamar 1808 terus dikembangkan. &#8221;Nomor ponsel itu bagian dari penyelidikan,&#8221; kata Nanan.</p>
<p>Seorang pegawai Hotel JW Marriott yang kemarin diperiksa menjelaskan, sebelum insiden bom, lantai 18 mayoritas dihuni warga asing. &#8221;Saya juga belum pernah masuk ke (kamar) 1808 karena terpasang tanda Don&#8217;t Disturb di pintu,&#8221; katanya saat dicegat Jawa Pos di depan Hotel Ritz-Carlton.</p>
<p>Lalu, dari mana Anda tahu lantai 18 dihuni orang asing? Pria berusia 20 tahunan itu mengaku berkali-kali melihat penghuni kamar-kamar selain 1808. &#8221;Tadi saya juga ditanya apakah pernah bertemu penghuni 1808. Saya jawab tidak pernah sama sekali,&#8221; katanya sambil buru-buru permisi karena tangannya digamit rekannya. &#8221;Maaf Mas, kami tak boleh banyak omong sama manajemen (hotel),&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sumber Jawa Pos di Mabes Polri menjelaskan, selain saksi di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton, penyidik memeriksa CCTV (closed circuit television) Jalan Lingkar Mega Kuningan. &#8221;Kami tetap mencari kemungkinan ada mobil yang dropping tamu, lalu pergi,&#8221; katanya. Daftar mobil yang saat itu berada di basemen Ritz-Carlton dan JW Marriott juga sudah diperiksa.</p>
<p>Mabes Polri juga mengirimkan tim penyidik ke Singapura untuk mengembangkan informasi. Nanan tidak membenarkan, tapi juga tidak membantah. &#8221;Apa pun langkah yang dianggap perlu oleh penyidik akan dilakukan,&#8221; ujarnya.<strong>(rdl/ano/git/fal/dwi/kum)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=358&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/polisi-cocokkan-dna-keluarga-nur-hasdi-dengan-potongan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/nurhasdi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">NurHasdi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Tak Mengenal Aksi Teror dan Kekerasan</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/indonesia-tak-mengenal-aksi-teror-dan-kekerasan/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/indonesia-tak-mengenal-aksi-teror-dan-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]   JAKARTA &#8211; Sebagai negara yang sangat toleran, Indonesia sama sekali tak mengenal aksi teror dan kekerasan. Kalaupun ada aksi terror, itu biasanya datang dari luar kawasan Indonesia. Baik itu dilakukan sendiri oleh warga negara asing maupun dengan menginfiltrasi pemikiran umat beragama di Indonesia. &#8221;Jadi, tidak benar kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=356&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Sebagai negara yang sangat toleran, Indonesia sama sekali tak mengenal aksi teror dan kekerasan. Kalaupun ada aksi terror, itu biasanya datang dari luar kawasan Indonesia. Baik itu dilakukan sendiri oleh warga negara asing maupun dengan menginfiltrasi pemikiran umat beragama di Indonesia.</p>
<p>&#8221;Jadi, tidak benar kalau ada ke­lompok domestik Indonesia yang berniat melakukan teror,&#8221; kata Ketua Umum PB NU Hasyim Mu­­zadi dalam doa bersama tokoh lintas agama untuk korban teror bom JW Marriott dan Ritz-Carlton di Bellagio Mall Atrium, Mega Kuningan, Jakarta, kemarin (20/7).<span id="more-356"></span></p>
<p>Acara tersebut dihadiri wakil dari perwakilan umat Buddha, Hindu, Konferensi Wali Gereja Indonesia, dan Persekutuan Gereja Indonesia. Hadir pula Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. &#8221;Salah kalau bilang Indonesia is the center of terrorism. Yang benar, Indonesia is the victim of global terrorism,&#8221; tambah Hasyim.</p>
<p>Dia kembali menegaskan bahwa dalam Islam, pengertian jihad bukan teror dan teror bukan jihad. Hasyim lantas mencontohkan peristiwa pengeboman dua hotel di kawasan Mega Kuningan pada 17 Juli lalu. Menurut dia, tragedi itu terjadi karena kesalah­an pemahaman agama yang terjadi pada segelintir orang.</p>
<p>Dia mengingatkan, jalan kekerasan juga pernah dilakukan sekelompok umat Kristen di Belfast, Irlandia; sekelompok umat Hindu di Ayodhya, India Selatan; dan sekelompok orang di Thailand Selatan. Meski begitu, Hasyim menegaskan, semua praktik kekerasan itu sejatinya tidak mewakili ajaran agamanya masing-masing.</p>
<p>&#8221;Jangan ada interpretasi dari kita semua bahwa teror adalah ajaran agama,&#8221; tegasnya. Pemahaman ini sudah disepakati semua agama besar di dunia. &#8221;Tidak ada perbedaan pandangan agama-agama di dunia terhadap terorisme,&#8221; katanya.</p>
<p>Hasyim menilai, selama lima sampai sepuluh tahun belakangan, Indonesia sudah memiliki prestasi luar biasa dalam pencegahan aksi terorisme. Para tokoh agama sudah bersatu melakukan klarifikasi kepada umatnya masing-masing. Ditambah lagi lang­kah keamanan yang mau berorientasi kepada keadilan, bukan hanya kekuasaan.</p>
<p>&#8221;Akhirnya, pelan-pelan (pena­nganan terorisme) ini bisa ditingkatkan. Kita sukses mengatasi teror dengan hukum, bukan dengan teror. Sebab, mengatasi teror dengan teror hanya menimbulkan terorisme baru,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Cawapres pasangan Megawati, Pra­bowo Subianto, juga berpandangan, Indonesia sebenarnya sudah relatif baik menghadapi terorisme. Terutama jika dibandingkan dengan India, Pakistan, dan Afgha­nistan. Namun, tetap saja selalu ada orang-orang ekstrem radikal yang bisa berbuat onar dan jahat.</p>
<p>&#8221;Seluruh negara di dunia mengalami kesulitan menghadapi orang-orang seperti ini. Di Indonesia tidak banyak, tapi kita memang harus waspada. Ini negara besar, perbatasan begitu luas, orang asing bisa menyusup ke da­lam,&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah penyelidikan aparat keamanan semakin mengarah bahwa pelaku pengeboman tidak ber­kaitan dengan pilpres, perlukah SBY menyampaikan permintaan maaf ? &#8221;Ah, saya selalu memilih untuk berpikir positif,&#8221; jawabnya, lantas tersenyum. Se­te­lah doa bersama, para tokoh lintas agama menutup seremoni acara dengan meletakkan karang­an bunga mawar di lokasi pengeboman. <strong>(pri/fal/oki)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=356&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/indonesia-tak-mengenal-aksi-teror-dan-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misterius, Tak Pernah Beri Tahu Tempat Tinggalnya</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/misterius-tak-pernah-beri-tahu-tempat-tinggalnya/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/misterius-tak-pernah-beri-tahu-tempat-tinggalnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]   KLATEN &#8211; Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, pria yang disebut-sebut sebagai pengebom di Hotel JW Marriott Jumat pekan lalu (17/7), dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia menikah pada 2000 dan mempunyai dua anak. Pada 2001, Hasdi memboyong istri dan anaknya ke Semarang. Namun, dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=352&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>KLATEN</strong> &#8211; Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, pria yang disebut-sebut sebagai pengebom di Hotel JW Marriott Jumat pekan lalu (17/7), dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia menikah pada 2000 dan mempunyai dua anak.</p>
<p>Pada 2001, Hasdi memboyong istri dan anaknya ke Semarang. Namun, dia tidak pernah memberitahukan alamat tempat tinggalnya kepada keluarga. Itulah yang terkesan misterius.</p>
<p>Fakta-fakta tersebut diungkap Ny Siti Lestari. Ibu mertua Nur Hasdi itu kemarin (20/7) bertutur tentang menantunya tersebut ketika didatangi <em>Radar Solo </em>(<em>Jawa Pos Group</em>) di rumahnya, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.<span id="more-352"></span></p>
<p>Perempuan 50 tahun itu adalah ibu kandung Dwi Prastiwi, 32. Dwi adalah istri Nur Hasdi. &#8220;Ayo, silakan masuk,&#8221; kata Siti dengan ramah di depan rumahnya yang sederhana. Wajahnya terkesan murung.</p>
<p>&#8220;Saya <em>kepikiran </em>berita yang menyebutkan Nur Sahid itu pelaku pengeboman. Saya tidak percaya itu,&#8221; katanya. Di keluarga Siti, Nur Hasdi dipanggil dengan sebutan Nur Sahid.</p>
<p>Siti lantas bercerita tentang menantunya itu. Di mata dia, sosok Nur Sahid lemah lembut, tidak pernah berkata kasar kepada siapa pun, termasuk kepada istrinya.</p>
<p>Nur Sahid, kata Siti, menikahi Dwi pada 2000. &#8220;Setelah menikah, dia (Nur Sahid) tinggal bersama kami, kira-kira setengah tahun,&#8221; ceritanya. Selama itu, tidak pernah ada gelagat yang menunjukkan bahwa Nur Sahid adalah anggota organisasi massa tertentu. &#8220;Sore dia sudah pulang dari kerja. Setelah itu ke masjid sampai Isya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Pada 2001, Nur memboyong istrinya ke Semarang. Mengapa pindah ke Semarang? Siti mengatakan, sampai sekarang dirinya tidak pernah tahu alasan pasti menantunya itu mengajak Dwi pindah ke Semarang. Siti juga menyatakan tidak pernah diberi tahu alamat tempat tinggal Nur di Semarang. &#8220;Kami berkomunikasinya dengan telepon,&#8221; lanjutnya, yang dibenarkan sang suami, Prasojo, 57.</p>
<p>Setiap kali menelepon, Siti mengatakan hanya berkomunikasi dengan Dwi, putrinya. Melalui hubungan telepon itulah, diketahui bahwa Nur dan Dwi dikaruniai dua anak.</p>
<p>Soal dugaan keterlibatan menantunya dengan kelompok teroris, Siti juga tidak percaya. Apalagi dia sudah menyaksikan tayangan hasil rekaman CCTV di Hotel JW Marriott yang menggambarkan sosok pria bertopi pembawa koper dan ransel yang dicurigai sebagai pengebom bernama Nur Hasdi alias Nur Sahid alias Nur Hasbi. &#8220;Melihat cara jalannya, pria itu bukan mantu saya. Saya hafal betul bagaimana dia berjalan,&#8221; tuturnya. Siti sesekali mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.</p>
<p>Hal yang sama disampaikan Gesang Bhekti Prayoga, adik kandung Dwi yang juga adik ipar Nur Sahid. Dia mengatakan tidak percaya bahwa kakak iparnya adalah pelaku bom bunuh diri di Marriott. Dia justru meminta polisi segera mengusut tuntas jati diri pengebom tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau ingin kepastian, tunggu saja dulu tes DNA keluarga kakak ipar saya. Jangan lantas membuat opini di media bahwa seolah-olah pelakunya Nur Sahid,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Petugas dari Laboratorium Forensik Mabes Polri memang sedang berupaya untuk mencari kejelasan identitas pengebom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Salah satu caranya adalah melakukan tes DNA terhadap potongan tubuh yang diduga sebagai pengebom, untuk selanjutnya dicocokkan dengan DNA milik keluarga Nur Hasdi. Tujuannya mengungkap apakah potongan kepala yang diduga sebagai pengebom itu benar-benar kepala Nur Hasdi.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Ngalas Tri Setyo Nugroho, secara administrasi keluarga Nur Sahid memang masih terdaftar sebagai warga Desa Ngalas. Salah satu buktinya adalah kartu keluarga (KK) dengan nama Nur Sahid Abdurrahman belum dicabut. KK itu dibuat sebelum dia menjabat.</p>
<p>&#8220;Saya baru dua tahun terpilih. Jadi, belum pernah bertemu dengan Pak Nur Sahid. Tapi, nama keluarga tersebut masih tercatat sebagai warga di sini,,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di bagian lain, rumah kedua orang tua Nur Sahid di Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, kemarin siang tampak kosong, tak berpenghuni. <em>Radar Semarang</em> (<em>Jawa Pos Group</em>) yang datang ke sana tidak bisa menemui satu pun keluarga Nur Sahid di rumah tersebut.</p>
<p>Menurut Rosyid Ridho, pria yang mengaku sebagai sepupu Nur Sahid, Muhammad Nassir dan Tuminem (kedua orang tua Nur Sahid) pergi sejak pagi-pagi buta kemarin. &#8220;Tadi pagi (kemarin), sekitar pukul 05.30, sudah dibawa petugas. Katanya untuk tes DNA,&#8221; papar Rosyid.</p>
<p>Diceritakan, orang tua Nur Sahid itu dijemput petugas berpakaian preman dengan dua mobil. Namun, saat ditanya ke mana tujuan keluarganya dibawa pergi, dia menyatakan tidak tahu. &#8220;Tidak tahu, Mas, apa di polres, polda, atau ke Jakarta,&#8221; ucap pria yang juga teman masa kecil Nur Sahid tersebut. <strong>(oh/vie/jpnn/kum)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=352&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/misterius-tak-pernah-beri-tahu-tempat-tinggalnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Habib Abdurrahman Assegaf, Tokoh Penyebar Data Pelaku Bom JW Marriott</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/habib-abdurrahman-assegaf-tokoh-penyebar-data-pelaku-bom-jw-marriott/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/habib-abdurrahman-assegaf-tokoh-penyebar-data-pelaku-bom-jw-marriott/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]   Bantah Aksi Bayaran, Mengaku Dekat Densus 88 dan BIN Gara-gara merilis data tentang pelaku ledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta, nama Abdurrahman Assegaf menjadi perbincangan. Tapi, protes mengalir tak kalah keras dari sejumlah kelompok Islam yang ditujukan kepada ulama asli Betawi tersebut. Siapa sebenarnya Habib Abdurrahman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=350&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>Bantah Aksi Bayaran, Mengaku Dekat Densus 88 dan BIN</strong></p>
<p>Gara-gara merilis data tentang pelaku ledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta, nama Abdurrahman Assegaf menjadi perbincangan. Tapi, protes mengalir tak kalah keras dari sejumlah kelompok Islam yang ditujukan kepada ulama asli Betawi tersebut. Siapa sebenarnya Habib Abdurrahman Assegaf?</p>
<p><strong>Riko Noviantoro, Tangerang Selatan <span id="more-350"></span></strong></p>
<p>&#8212;</p>
<p>Postur tubuhnya terbilang kecil. Logat bicaranya kental dengan istilah Betawi. Cablak, ceplas-ceplos, dan berintonasi tinggi. Tapi, namanya sangat disegani di kalangan sejumlah kelompok Islam garis keras di tanah air.</p>
<p>Ingat kasus penyerangan markas Islam Ahmadiyah di Bogor, pembubaran kelompok Al Qiyadah Al-Islamiyah di bawah pimpinan Ahmad Musadek, atau penggerebekan komunitas Lia Eden di Jakarta? Itu adalah kasus yang melibatkan Habib Abdurrahman, pemimpin majelis Taklim Al Mustofawiah yang juga ketua umum Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII).</p>
<p>&#8221;<em>Ane</em> <em>kagak niat</em> ganggu hidup orang. Tapi, kalau ganggu ajaran Islam, itu yang <em>ane</em> urus,&#8221; tegas Habib Abdurrahman di teras rumahnya, Jalan Witananaharja III, Blok C, Pamulang, Tangerang, kemarin (20/7).</p>
<p>Udara siang yang panas membuat keringat habib beranak empat itu mengucur. Sorban putih yang biasa dikenakannya pun dilepas dan dipakai untuk mengelap keringat di dahi, wajah, dan lengannya.</p>
<p>Di teras rumahnya terparkir empat mobil mewah. Dua di antaranya Mercedes-Benz edisi baru dan Jaguar hitam. Salah satu mobil itu memakai nomor pelat khusus, yakni B 234. &#8221;Itu nomor kesayangan <em>ane</em>. <em>Entar</em> yang satu juga mau <em>ane</em> ganti nomornya. Jadi B 234 HB,&#8221; katanya sambil menunjuk Jaguar hitam kebanggaannya.</p>
<p>Abdurrahman lantas membeberkan data setebal 40 halaman yang ditulis tangan dengan tinta hitam. Dia mengaku data soal identitas pelaku pengeboman di Hotel JW Marriott itu adalah hasil investigasi tim GUII. Tidak ada sumbangan atau informasi dari intelijen atau pihak lain.</p>
<p>&#8221;<em>Ane</em> punya santri yang punya keahlian khusus. Tidak benar kalau data ini dari Densus 88 atau BIN. Justru <em>ane</em> yang kasih mereka data,&#8221; papar suami Syarifah Noer Eliza yang gemar rokok kretek itu.</p>
<p>Dia mengaku data itu dikumpulkan sejak 1999 saat gerakan Islam radikal mulai mewabah. Indikasinya berasal dari sejumlah wacana Islam yang menolak pemilu, tidak patuh pada pemeirntah, atau sejenisnya.</p>
<p>Gerakan itu dinilai sangat merusak citra Islam dan tak sesuai akidah Islam sebenarnya. Karena alasan itu, Abdurrahman mulai merintis organisasi berbasis pesantren dan majelis taklim tersebut. GUII didalangi 53 ulama se-Jawa. Tiga di antaranya ulama ternama di Indonesia.</p>
<p>Siapa saja mereka? &#8221;Sudah, <em>ente</em> gak perlu tahu ulama itu. Cukup <em>ane aja</em>,&#8221; jawab ulama kelahiran 10 Mei itu.</p>
<p>Abdurrahman juga berkali-kali membantah bahwa temuan organisasi teroris itu upaya mengadu umat Islam. Dia berdalih temuannya itu sebagai langkah penyadaran umat Islam soal bahaya laten organisasi Wahabi radikal. Jadi, mereka tidak bergabung dan mengisolasi organisasi sejenis itu.</p>
<p>Dia juga menolak kegiatan intelijennya disebut sebagai aksi bayaran. &#8221;Demi Allah, <em>ane</em> ngomong <em>enggak</em> ada yang bayar <em>ane</em> untuk kasih data ini. Semua murni dari hati,&#8221; tegas pengusaha batu bara dan pertambangan itu.</p>
<p>Semua kegiatan organisasi, aku dia, diperoleh dari dana yang sah dan halal. Sebagian besar justru dari margin bisnisnya di bidang eksplorasi batu bara. Bisnisnya itu berada di Kalimantan dan Aceh. &#8221;<em>Ane</em> jual ke China atau negara lain. Hasilnya, <em>ente</em> bisa lihat sendiri. Ini <em>semue</em> hasil kerja keras. Bukan maling,&#8221; katanya dengan mata melebar.</p>
<p>Terkait nama pelaku teroris yang mirip keterangan polisi, Abdurrahman memastikan itu bukti bahwa hasil temuannya benar. Polisi dan intelijen dinilainya sering terlambat bertindak atau tidak serius bekerja. &#8221;Akibatnya, aksi teroris terus terulang,&#8221; katanya.</p>
<p>Bagaimana soal kedekatan dirinya dengan Densus 88 dan BIN (Badan Intelijen Negara)? Abdurrahman tidak mau berbicara banyak. Tetapi, dia mengaku bahwa kedekatan itu dipicu oleh niat yang sama untuk memberantas terorisme. <strong>(*/jpnn/dwi)</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=350&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/habib-abdurrahman-assegaf-tokoh-penyebar-data-pelaku-bom-jw-marriott/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nur Hasdi Dididik Langsung Noordin</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/nur-hasdi-dididik-langsung-noordin/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/nur-hasdi-dididik-langsung-noordin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bom jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bom marriot]]></category>
		<category><![CDATA[bom ritz carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 21 Juli 2009 ]   Buru Jaringan JI, Polisi Sisir Jateng JAKARTA &#8211; Jika memang benar pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, nama itu memang pernah didengar oleh beberapa anggota senior Jamaah Islamiyah (JI). &#8221;Saya memang sempat mendengar namanya. Tapi, belum pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=348&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/kutuk-teror-bom.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-354" title="Kutuk Teror Bom" src="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/kutuk-teror-bom.jpg?w=150&#038;h=93" alt="Kutuk Teror Bom" width="150" height="93" /></a>[ Selasa, 21 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><strong> </strong></div>
<div><strong>Buru Jaringan JI, Polisi Sisir Jateng </strong></div>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Jika memang benar pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, nama itu memang pernah didengar oleh beberapa anggota senior Jamaah Islamiyah (JI).</p>
<p>&#8221;Saya memang sempat mendengar namanya. Tapi, belum pernah tahu aksi-aksinya. Tidak pernah terlihat di Afghanistan, juga tidak diketahui di Kamp Hudaibiyah, Filipina,&#8221; kata seorang anggota JI senior kepada <em>Jawa Pos</em> yang wanti-wanti agar namanya dirahasiakan. &#8220;Saya juga ragu apakah Sahid juga terlibat di Poso maupun Ambon,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Soal Nur Sahid, polisi saat ini mengumpulkan informasi seputar sepak terjang pria 35 tahun itu. Bahkan, polisi kini mengubek-ubek beberapa wilayah di Jawa Tengah untuk menelusuri jejak jaringan JI di sana. <span id="more-348"></span></p>
<p>Sumber di kepolisian yang menangani kasus teror bom Jakarta mengatakan, tim Densus 88 sebenarnya sempat mendengar selentingan nama Nur Sahid pada 2006, ketika polisi menggerebek sebuah rumah di Wonosobo dan menembak mati Abdul Hadi dan Jabir. Mereka adalah tangan kanan gembong teroris Noordin Mohd. Top.</p>
<p>Penjelasan sumber kepolisian ini ternyata klop dengan uraian sumber <em>Jawa Pos</em> di JI tadi. &#8220;Saya juga mendengar nama Nur Sahid sekitar tahun itu (2006). Waktu itu, setahu saya posisinya dalam jaringan JI masih di level dasar,&#8221; kata sumber <em>Jawa Pos</em> yang juga tokoh senior di JI.</p>
<p>Dia belum berani memastikan apakah Nur Sahid adalah pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott atau bukan. &#8221;Yang saya dengar dia (Nur Sahid, Red) terlibat di dalam kelompok Noordin sejak 2006,&#8221; urainya. Bisa jadi, masuknya Nur Sahid ke jaringan Noordin setelah kematian Abdul Hadi dan Jabir.</p>
<p>Bisa jadi pula, sejak saat itu posisi Nur Sahid menjadi kian penting di kelompok Noordin. Hal ini diperkuat keterangan sumber <em>Jawa Pos</em> di kepolisian. &#8220;Dari data yang kami kumpulkan, Nur Sahid ini pernah mendapat didikan langsung dari Noordin Mohd Top,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menambahkan, dalam JI, segala sesuatunya bisa cepat berubah. Salah satu contohnya Abu Dujana. Sebelum ditangkap polisi dua tahun lalu dan dibuktikan keterlibatannya dalam beberapa serangan bom, sumber tersebut mengaku tak bisa memercayai keterlibatan Abu Dujana. &#8221;Orangnya halus dan bukan kelompoknya Ali Ghufron alias Mukhlas (pelaku bom Bali yang dihukum mati November 2008),&#8221; tambahnya. Ternyata Abu Dujana malah terlibat dalam sejumlah aksi pengeboman. Bahkan, dia adalah tokoh penting di balik peledakan bom di Hotel JW Marriott pada 2003 dan pengeboman di Kedutaan Besar Australia 2004.</p>
<p>Di bagian lain, hingga kemarin polisi masih mengarahkan kecurigaan kepada orang-orang Kompak (Komite Penanggulangan Krisis). Kompak adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Ali Imron (tersangka kasus terorisme yang ditangkap pascabom Bali I 2002. Dia adalah saudara Amrozi, pelaku bom Bali). Saat ini Ali Imron menjalani hukuman sebagai napi kasus terorisme.</p>
<p>Sebagian dari anggota Kompak sudah ditangkap polisi di Plumpang, Palembang, dan Cilacap. Di Palembang yang ditangkap adalah Abdurrahman Thaib (November 2008). Di Plumpang, yang ditangkap adalah Wahyu (Oktober 2008). Sedangkan di Cilacap, yang ditangkap adalah Saifudin Zuhri (Juni lalu).</p>
<p>Mengapa mencurigai anggota Kompak? &#8220;Kami melihat ada kemiripan rangkaian bom yang meledak di Marriott Jumat lalu dengan rangkaian bom yang pernah dibikin anggota Kompak,&#8221; kata sumber di kepolisian.</p>
<p>Dia memaparkan, banyak anggota Kompak yang &#8220;lulusan&#8221; Ambon dan Poso. Hanya, memang sejak awal kelompok ini sudah mendapat <em>back up</em> dari sejumlah pentolan JI. Kelompok ini berdiri pada 2000.</p>
<p>Bersama Aris Munandar, juga tersangka kasus terorisme yang telah ditangkap, Ali Imron menghimpun dana umat muslim untuk penanganan krisis di Poso dan Ambon. Alih-alih untuk membeli sembako, dana yang ada kemudian digunakan untuk membeli peluru, bahan peledak, dan sejumlah peralatan militer lainnya.</p>
<p>Yang menjadi instruktur orang-orang Kompak adalah orang-orang JI. Seorang perwira yang terlibat dalam satgas bom menyebut bahwa mereka tak lain JI itu sendiri. &#8221;Apa pun namanya. Entah itu Kompak, entah itu Samala, entah itu Simili, tetap saja ilmu dan doktrinnya diperoleh dari orang-orang JI,&#8221; ucap sumber tersebut.</p>
<p>Untuk itu, sumber tersebut mengatakan tidak terlalu memusingkan nama. &#8221;Dalam konteks sekarang, kelompok yang mampu dan mempunyai motivasi peledakan bom <em>ya </em>kelompok pecahan JI itu,&#8221; tandasnya. Kalau kemudian membina kelompok baru atau orang baru, dia mengatakan sumbernya dari JI. &#8221;Hanya kita petakan, kelompok mana yang aktif saat ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, sumber tersebut mulai menyebut nama Dulmatin. &#8221;Ada indikasi Dulmatin kembali masuk ke Indonesia,&#8221; tuturnya. Dia kemudian menjelaskan bahwa sempat ada kabar Dulmatin tewas di Moro, Filipina, dalam sebuah serangan tentara Filipina. Namun, hingga kini belum ada yang bisa memastikan kebenarannya.</p>
<p>Dulmatin sendiri adalah anggota senior JI yang dikenal kemampuannya dalam meracik bom.</p>
<p>Di bagian lain, Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak enggan menjawab detail ketika dikonfirmasi tentang berbagai dugaan seputar pengungkapan kasus teror bom Jakarta. Termasuk tentang dugaan nama Nur Sahid. &#8220;Investigasi masih terus dilakukan. Jadi, belum disimpulkan ini kelompok ini atau yang lain,&#8221; kata Sulistyo dalam keterangan di media center Bellagio Mall kemarin (20/7).</p>
<p>Jenderal dengan bintang satu di pundak itu juga enggan mengungkapkan temuan-temuan baru penyidik Polri. Misalnya, yang ada di kamar 1808 Hotel JW Marriott. &#8220;Itu terus dikembangkan, masih harus didalami. Termasuk temuan seperti laptop atau barang bukti yang lain,&#8221; kata Sulistyo.</p>
<p>Sekitar lokasi kejadian, lanjut dia, juga masih terus disisir oleh polisi. Hal itu untuk mendukung tugas tim DVI (<em>Disaster Victim Identification</em>) dalam mengidentifikasi korban. &#8220;Mungkin ada bukti-bukti tambahan untuk identifikasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Soal informasi bahwa polisi saat ini menyisir Jawa Tengah, Sulistyo tak membantahnya. &#8221;Kami melakukan penyelidikan menyeluruh. Kadang simultan di berbagai daerah, khususnya di Jawa Tengah,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Menurut Sulistyo, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah. &#8221;Ada sejumlah petunjuk yang mengarah ke sana,&#8221; ucap Sulistyo, tanpa mau menjelaskan detail petunjuk tersebut dengan alasan untuk kepentingan penyidikan.</p>
<p><strong>Kapolri Periksa Kepala Pengebom</strong></p>
<p>Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri kemarin mengunjungi RS Polri, Jakarta Timur. Dia memotivasi petugas DVI dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri yang sedang meneliti pecahan tubuh dan serpihan kepala yang diduga pengebom. &#8220;Kita tidak ingin spekulasi di masyarakat meluas. Prinsip kita ilmiah, bukan berdasar asumsi,&#8221; ujar sumber <em>Jawa Pos</em> yang hadir dalam kunjungan itu menirukan Kapolri.</p>
<p>Kapolri datang berseragam lengkap pukul 12.00 dengan diiringi ajudan. Dia disambut Kepala RS Polri Brigjen Pol Aidir Rawas dan Kapolres Jakarta Timur Kombespol Hasanuddin. Setelah itu, Kapolri masuk ruang identifikasi. Dia keluar melalui pintu belakang RS Polri pukul 13.15 tanpa memberikan pernyataan kepada wartawan.</p>
<p>Sumber <em>Jawa Pos </em>menceritakan, saat masuk ruang identifikasi, Kapolri sempat meneliti ulang kepala yang diduga pengebom. &#8220;Sudah jadi data susunan giginya?&#8221; ujar sumber itu menirukan pertanyaan Kapolri kepada tim DVI. Data gigi atau data odontogram menjadi bahan identifikasi forensik. Jika sudah ada, data tersebut akan dicocokkan dengan file data yang sudah dimiliki Bareskrim Mabes Polri.</p>
<p>Kapolri juga sempat menanyakan tes DNA yang dilakukan kemarin. &#8220;Kami dipatok maksimal 12 hari,&#8221; kata sumber itu. Salah satu DNA yang diperiksa berasal dari keluarga Nur Sahid (<em>Jawa Pos,</em> 20/7/2009).</p>
<p>Sumber <em>Jawa Pos</em> yang lain menceritakan, dalam rapat di Bareskrim Minggu (19/7) ada keputusan sangat penting. Yakni, melibatkan lagi secara informal Satgas Bom Bali yang sudah dilebur dalam satuan Densus 88. &#8220;Pak GM mengendalikan,&#8221; kata sumber itu.</p>
<p>GM adalah sebutan untuk Komjen Gorries Mere yang sekarang menjabat Kalakhar BNN. GM dulu yang membentuk tim Cobra yang mulai menyelidiki kasus pengeboman sejak bom malam Natal 1999. Tim itu lantas menjadi satgas bom yang bekerja di bawah tanah dan minim publikasi.</p>
<p>Menurut sumber itu, sejak peristiwa 17 Juli terjadi, GM langsung diperintahkan Kapolri ikut membantu penyidikan. &#8220;Beliau ikut masuk pertama ke <em>ground zero </em>(lokasi peledakan),&#8221; katanya. Tim Cobra bentukan GM mempunyai jaringan yang sangat kuat. Banyak &#8220;mantan&#8221; terpidana teroris yang mempunyai hubungan baik dengan anggota-anggota tim Cobra. &#8220;Tapi, tak akan diumumkan secara resmi. Densus 88 tetap dimunculkan sebagai tim utama,&#8221; katanya. Mereka sudah membentuk unit-unit dengan anggota lima orang per unit.</p>
<p>Kemarin tim penyidik kembali ke <em>ground zero</em> Ritz-Carlton. &#8220;Kita menemukan sisa jelaga chlorin. Itu identik dengan pengeboman Paddy&#8217;s Café, Bali, 2002. Tapi, efeknya tidak sedahsyat Paddy&#8217;s karena bahan dasarnya <em>balck powder,</em> bukan RDX,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kesimpulan sementara, pengebom masuk di tengah restoran,&#8221; kata sumber itu. Bom yang digunakan jenis <em>high velocity low speed</em>. Itu berarti bom tersebut menimbulkan efek horizontal dan tidak menyebar. &#8220;Kita juga menemukan sisa kabel yang identik dengan kabel Paddy&#8217;s. Kabel jenis ini lazim digunakan di Moro, Filipina,&#8221; katanya. <strong>(ano/rdl/fal/aga/kum)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=348&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/21/nur-hasdi-dididik-langsung-noordin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/kutuk-teror-bom.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kutuk Teror Bom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bom Berbahan Kekejian (opini)</title>
		<link>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/18/bom-berbahan-kekejian-opini/</link>
		<comments>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/18/bom-berbahan-kekejian-opini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 07:28:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[bom jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bom ritz carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klipingberita.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[[ JawaPos, Sabtu, 18 Juli 2009 ] Oleh: Atik Catur Budiarti APA pun alasannya, peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton kemarin adalah aksi yang penuh kekejian. Bahkan, aksi itu bisa dikatakan telah menyimpang dari ajaran teologis dan humanistis. Tidak ada satu ajaran agama yang menganjurkan umatnya membunuh orang lain demi kepentingan apa pun. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=344&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>[ JawaPos, Sabtu, 18 Juli 2009 ]</div>
<div style="font-size:16px;"><a href="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/80914large.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-345" title="80914large" src="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/80914large.jpg?w=99&#038;h=150" alt="80914large" width="99" height="150" /></a></div>
<div>Oleh: Atik Catur Budiarti</p>
<p><strong>APA</strong> pun alasannya, peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton kemarin adalah aksi yang penuh kekejian. Bahkan, aksi itu bisa dikatakan telah menyimpang dari ajaran teologis dan humanistis. Tidak ada satu ajaran agama yang menganjurkan umatnya membunuh orang lain demi kepentingan apa pun.</p>
<p>Hanya mereka yang tidak punya hati nuranilah yang dengan senang hati membunuh orang lain dengan cara meledakkan bom. Jika mereka punya hati dan rasa kemanusiaan yang tinggi, segala persoalan hidup yang menimpa akan diselesaikan dengan jalan yang beradab dan bijaksana.</p>
<p>Kita bisa becermin kepada kisah Nabi Muhammad SAW. Dulu, beliau pernah diludahi dan dicaci maki orang Qurais yang benci kepada ajaran Islam. Setiap hari kejadian seperti itu dialami Nabi Muhammad dengan penuh sabar. Pada suatu hari, orang tersebut tak lagi meludahi ketika nabi lewat di depan rumahnya. Nabi pun merasa heran; kenapa orang itu tak meludahiku lagi?</p>
<p>Usut punya usut, ternyata sang peludah nabi itu sedang sakit demam sehingga tak mampu lagi melakukan &#8221;hinaan&#8221; kepada sang nabi. Di dalam kondisi inilah, Nabi Muhammad pergi ke rumah si peludah tadi dengan tujuan menjenguknya. Dibawakanlah sepotong roti dan tiga buah kurma untuk sang peludah tersebut. Setelah itu, nabi pun mendoakan agar dia cepat sembuh. Melihat hal tersebut, sang peludah pun menangis dan meminta maaf kepada Nabi Muhammad.<br />
<span id="more-344"></span><br />
***</p>
<p>Makna yang terkandung di balik kisah itu adalah ternyata cara-cara damai lebih menggugah hati orang lain yang hendak mencelakakan kita. Dengan cara itulah, kedamaian antarumat manusia bisa terpelihara. Dengan jalan yang arif itu pulalah, egoisme sosial bisa diredam. Tapi, berapa banyak orang yang mampu dan mau mengamalkannya?</p>
<p>Di tengah modernisasi dan kapitalisasi seperti sekarang ini, manusia dihadapkan kepada suatu persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang pelik. Kearifan lokal yang mengajarkan kepada kita untuk bersabar, hidup santun dan damai, serta menghargai keberadaan orang lain mulai krisis. Nilai-nilai sosial seperti itu mulai tergerus oleh budaya instan dan egoisme personal.</p>
<p>Mereka lebih senang menempuh jalan pintas demi mencapai keinginan. Tak peduli dengan hukum dan hakikat humanitas yang ada, yang penting, keinginan tersebut bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya. Doktrin keabadian dan kejayaan pun dikukuhkan demi memacu spirit mereka. Dan ini diwariskan lintas generasi sehingga terciptalah budaya asal <em>gue</em> menang, asal <em>gue</em> senang.</p>
<p>Moralitas kolektivitas sosial pun menjadi rapuh karena krisisnya tingkat kepercayaan di antara sesama. Upaya gotong royong dan <em>tepo seliro</em> justru semakin terpolarisasi ke dalam kelompok sosial tertentu. Akibatnya, yang terjadi adalah sebuah kompetisi indoktrinasi. Mereka yang beda nilai dan keyakinan agama dianggap sebagai musuh bersama. Mereka yang beda aliran politik dianggap sebagai lawan yang harus disingkirkan.</p>
<p>Krisis legitimasi sosial itu tak luput dari kuasa uang. Uang yang seharusnya bisa dijadikan alat pencipta kemakmuran manusia di berbagai strata sosial justru telah menjadi alat eksploitasi dan ketimpangan ekonomis. Mereka yang kaya mulai enggan berbagi dengan yang miskin. Sementara yang miskin ingin memiliki uang untuk kebutuhan hidupnya tanpa kerja keras. Maka, terciptalah dualitas kebudayaan.</p>
<p>Di satu sisi, ada kalangan masyarakat yang memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang tinggi. Mereka inilah yang tergolong para kaum terdidik dan mapan secara ekonomis. Apa pun yang mereka lakukan selalu berpegangan kepada rasionalitas.</p>
<p>Hanya, kekurangan mereka adalah pada level kecerdasan sosial (kecerdasan sosiologis). Akibatnya, kehidupan di dunia ini mereka ukur dengan prinsip bisnis. Mereka akan memiliki kesamaan perasaan apabila di sana ada keuntungan ekonomis yang bisa didapatkan secara pantas.</p>
<p>Di sisi lain, ada kalangan masyarakat yang minim intelektualitas, namun kuat dalam hal religiusitas. Mereka biasanya termasuk orang yang sabar menghadapi pahitnya hidup. Meski dalam keadaan miskin, mereka tetap sepenuhnya khusyuk kepada Sang Pencipta. Mereka juga tetap bersikap hormat kepada siapa pun yang ada di strata atasnya.</p>
<p>Hanya, mereka mudah terpengaruh provokasi seseorang yang hendak memanfaatkannya. Dengan alasan ibadah dan jaminan ekonomis, kalangan kelas bawah tersebut sangat mudah mengikuti doktrin orang lain yang dianggap &#8221;suci&#8221; dan terdidik. Untuk memperkuat semangat mereka, maka perintah melakukan tindakan yang &#8221;sesat&#8221; itu diatasnamakan perjuangan identitas kaum marginal. Sungguh menggelikan sekaligus menyakitkan.</p>
<p>***</p>
<p>Kekuatan politik seharusnya menjadikan bangsa ini sejahtera. Namun, masih banyak dana dan proyek pembangunan untuk rakyat yang dikorup hingga miliaran rupiah oleh para politisi kita. Akibatnya, kehidupan rakyat yang sengsara tidak pernah diselesaikan secara tuntas.</p>
<p>Hukum adalah salah satu saluran efektif untuk membendung perilaku korup seperti itu. Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Hukum di negeri ini seakan-akan menjadi dagelan. Mereka yang terpidana kasus korupsi bisa dengan mudah bebas dari jeratan hukum yang berat. Sebaliknya, anak kecil yang hanya bermain judi di terminal dengan mudahnya dijebloskan ke sel tahanan tanpa ada belas kasihan.</p>
<p>Peledakan bom di negeri kita yang kini tengah terjadi, tampaknya, merupakan akumulasi dari protes segelintir orang yang ingin diperhatikan kehidupan dan hak-haknya sebagai warga negara. Inilah efek dualitas kebudayaan yang makin hari makin kental di negeri kita.</p>
<p>Tetapi, cara yang mereka lakukan tidak menunjukkan sikap kesatria dan bermartabat. Sebab, yang mereka lakukan itu melukai dan membunuh orang lain yang tidak berdosa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong><em>*). Atik Catur Budiarti</em> </strong><em>, Pengajar Sosioantropologi UNS, Solo</em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klipingberita.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klipingberita.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klipingberita.wordpress.com&amp;blog=6077247&amp;post=344&amp;subd=klipingberita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klipingberita.wordpress.com/2009/07/18/bom-berbahan-kekejian-opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">imam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klipingberita.files.wordpress.com/2009/07/80914large.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">80914large</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
