KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Noordin M. Top, Buron yang Jago Menjaring Kader JI Diamankan hingga Empat Lapis

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ Senin, 20 Juli 2009 ]
Semakin kuat saja dugaan bahwa otak di belakang teror bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton adalah Noordin Mohd Top. Bagaimana sebenarnya posisinya di jaringan Jamaah Islamiyah (JI)?

Ciri-ciri Noordin yang selama ini dikantongi polisi adalah selalu mengenakan pakaian panjang karena mempunyai sejenis penyakit kulit yang membuat kulit putihnya seperti bersisik dan kudisan, serta bulunya sangat banyak dan panjang. Logatnya khas Melayu dan cedal.

”Boleh jadi, kini logatnya sudah hilang. Tapi, ciri-ciri lainnya masih,” kata seorang perwira yang telah mengejar buron teroris asal Malaysia selama enam tahun. Beberapa kali Noordin sempat terlacak. Mulai di Palembang, Boyololali, Semarang, dan sejumlah kota di Jawa Tengah lain. Noordin memang paling sering terlihat bergerak di kawasan Jawa Tengah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Bisa Ubah Gula Jadi Bahan Peledak

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ Senin, 20 Juli 2009 ]
 
KENDATI masih berstatus mahasiswa semester tujuh Jurusan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Palembang, Sugiarto sudah hafal di luar kepala cara membuat bom. Dengan lancar, pemuda 21 tahun itu menyebutkan komposisi dan campuran bom mautnya.

Dia ditangkap dalam sebuah penggerebekan di Palembang pada November 2008. Saat ditangkap, polisi juga mengamankan 20 rangkaian bom yang selesai dirakitnya. Yang membuat miris adalah kemampuannya. Belajar dari seorang ustad di Ambon pada 2006, kemampuan Sugi (panggilan Sugiarto) dalam merakit bom, mengutip seorang anggota polisi, “semudah dia membuat mi instan”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Membuat Bom Sama Gampangnya dengan Memasak Mi Telur

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]
 
Jika disebut sebagai organisasi, mungkin Jamaah Islamiyah (JI) sudah nyaris habis. Sebab, banyak tokohnya yang ditangkap. Namun, pecahannya diduga kuat masih ada. Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton Jumat lalu (17/7) bisa jadi merupakan bukti eksistensi pecahan JI itu.

Seorang perwira di lingkungan Densus 88 Antiteror pernah mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah memantau sekitar 30 orang yang diyakini sebagai “calon teroris”. ”Gampang saja menangkapnya, karena sudah dilokalisasi. Tapi, buat apa?” ucapnya.

Sasarannya memang yang kelas kakap dan “layak tangkap”. Istilahnya membiarkan ikan kecil untuk menangkap ikan besar. Seperti dalam kasus penangkapan di Palembang November 2008.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Tak Ada Alumni Pondok Al Mukmin Ngruki Bernama Nur Hasdi

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]
Pernyataan bahwa Nur Hasdi adalah alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Solo, dibantah para pemimpin pondok tersebut. Hal itu disampaikan oleh Pembantu Direktur Ponpes Ngruki Sholeh Ibrahim di kantornya, sekretariat Ponpes Al Mukmin, kemarin (19/7).

Dia menegaskan, di buku daftar induk murid dan alumni pesantren itu tidak ditemukan nama Nur Hasdi atau Nur Sahid atau Nurhasbi. Karena itu, lanjut Sholeh, pihaknya menuntut Abdurrahman Assegaf agar minta maaf atas pernyataan yang mengaitkan Nur Hasdi dengan Ngruki.

Abdurrahman Assegaf yang Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia memang menyebut Nur Hasdi alumni Ponpes Ngruki.

Sholeh kemarin juga membantah pernyataan Abdurrahman bahwa Nur Hasdi seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri di Kedubes Australia. Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Leave a Comment »

Polisi Cocokkan DNA Keluarga Nur Hasdi dengan Potongan Tubuh

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

NurHasdi[JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]
 
JAKARTA – Begitu mendapatkan informasi bahwa pengebom Hotel JW Marriott diduga bernama Nur Hasdi yang berasal dari Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, langkah cepat langsung ditempuh. Tadi malam dua petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri berangkat ke Temanggung. “Kami diperintahkan untuk mencari sampel DNA dari keluarga Nur Hasdi,” kata seorang dokter forensik yang bertugas di Mabes Polri kepada Jawa Pos kemarin (19/7).

Selanjutnya, sampel DNA keluarga Nur Hasdi dicocokkan dengan DNA potongan kepala dan tubuh yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

“Nanti, kami cocokkan dengan kepala yang di­temukan di Marriott,” katanya.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Leave a Comment »

Indonesia Tak Mengenal Aksi Teror dan Kekerasan

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]
 
JAKARTA – Sebagai negara yang sangat toleran, Indonesia sama sekali tak mengenal aksi teror dan kekerasan. Kalaupun ada aksi terror, itu biasanya datang dari luar kawasan Indonesia. Baik itu dilakukan sendiri oleh warga negara asing maupun dengan menginfiltrasi pemikiran umat beragama di Indonesia.

”Jadi, tidak benar kalau ada ke­lompok domestik Indonesia yang berniat melakukan teror,” kata Ketua Umum PB NU Hasyim Mu­­zadi dalam doa bersama tokoh lintas agama untuk korban teror bom JW Marriott dan Ritz-Carlton di Bellagio Mall Atrium, Mega Kuningan, Jakarta, kemarin (20/7). Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Leave a Comment »

Misterius, Tak Pernah Beri Tahu Tempat Tinggalnya

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]
 
KLATEN – Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, pria yang disebut-sebut sebagai pengebom di Hotel JW Marriott Jumat pekan lalu (17/7), dikenal sebagai sosok yang ramah. Dia menikah pada 2000 dan mempunyai dua anak.

Pada 2001, Hasdi memboyong istri dan anaknya ke Semarang. Namun, dia tidak pernah memberitahukan alamat tempat tinggalnya kepada keluarga. Itulah yang terkesan misterius.

Fakta-fakta tersebut diungkap Ny Siti Lestari. Ibu mertua Nur Hasdi itu kemarin (20/7) bertutur tentang menantunya tersebut ketika didatangi Radar Solo (Jawa Pos Group) di rumahnya, Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Leave a Comment »

Habib Abdurrahman Assegaf, Tokoh Penyebar Data Pelaku Bom JW Marriott

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Selasa, 21 Juli 2009 ]
 
Bantah Aksi Bayaran, Mengaku Dekat Densus 88 dan BIN

Gara-gara merilis data tentang pelaku ledakan bom di Hotel JW Marriott, Jakarta, nama Abdurrahman Assegaf menjadi perbincangan. Tapi, protes mengalir tak kalah keras dari sejumlah kelompok Islam yang ditujukan kepada ulama asli Betawi tersebut. Siapa sebenarnya Habib Abdurrahman Assegaf?

Riko Noviantoro, Tangerang Selatan Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Leave a Comment »

Nur Hasdi Dididik Langsung Noordin

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

Kutuk Teror Bom[ Selasa, 21 Juli 2009 ]
 
Buru Jaringan JI, Polisi Sisir Jateng

JAKARTA – Jika memang benar pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott adalah Nur Hasdi alias Nur Hasbi alias Nur Sahid, nama itu memang pernah didengar oleh beberapa anggota senior Jamaah Islamiyah (JI).

”Saya memang sempat mendengar namanya. Tapi, belum pernah tahu aksi-aksinya. Tidak pernah terlihat di Afghanistan, juga tidak diketahui di Kamp Hudaibiyah, Filipina,” kata seorang anggota JI senior kepada Jawa Pos yang wanti-wanti agar namanya dirahasiakan. “Saya juga ragu apakah Sahid juga terlibat di Poso maupun Ambon,” tambahnya.

Soal Nur Sahid, polisi saat ini mengumpulkan informasi seputar sepak terjang pria 35 tahun itu. Bahkan, polisi kini mengubek-ubek beberapa wilayah di Jawa Tengah untuk menelusuri jejak jaringan JI di sana. Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Bom Berbahan Kekejian (opini)

Posted by Administrator pada Juli 18, 2009

[ JawaPos, Sabtu, 18 Juli 2009 ]
80914large
Oleh: Atik Catur Budiarti

APA pun alasannya, peledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton kemarin adalah aksi yang penuh kekejian. Bahkan, aksi itu bisa dikatakan telah menyimpang dari ajaran teologis dan humanistis. Tidak ada satu ajaran agama yang menganjurkan umatnya membunuh orang lain demi kepentingan apa pun.

Hanya mereka yang tidak punya hati nuranilah yang dengan senang hati membunuh orang lain dengan cara meledakkan bom. Jika mereka punya hati dan rasa kemanusiaan yang tinggi, segala persoalan hidup yang menimpa akan diselesaikan dengan jalan yang beradab dan bijaksana.

Kita bisa becermin kepada kisah Nabi Muhammad SAW. Dulu, beliau pernah diludahi dan dicaci maki orang Qurais yang benci kepada ajaran Islam. Setiap hari kejadian seperti itu dialami Nabi Muhammad dengan penuh sabar. Pada suatu hari, orang tersebut tak lagi meludahi ketika nabi lewat di depan rumahnya. Nabi pun merasa heran; kenapa orang itu tak meludahiku lagi?

Usut punya usut, ternyata sang peludah nabi itu sedang sakit demam sehingga tak mampu lagi melakukan ”hinaan” kepada sang nabi. Di dalam kondisi inilah, Nabi Muhammad pergi ke rumah si peludah tadi dengan tujuan menjenguknya. Dibawakanlah sepotong roti dan tiga buah kurma untuk sang peludah tersebut. Setelah itu, nabi pun mendoakan agar dia cepat sembuh. Melihat hal tersebut, sang peludah pun menangis dan meminta maaf kepada Nabi Muhammad.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Indonesiana | Dengan kaitkata: , | 2 Comments »