KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Israel Pertimbangkan Usul Gencatan Senjata dari Berbagai Pihak

Posted by Administrator pada Januari 8, 2009

Jawapos, 8-1-2009

Tiap Hari, Israel v Hamas Jeda 3 Jam

TEL AVIV – Tekanan dunia internasional agar Israel menghentikan agresi di Gaza, Palestina, diindikasikan membawa hasil. Memasuki hari kedua belas penyerbuan Israel kemarin (7/1), Israel menyatakan mulai mempertimbangkan usul gencatan senjata dari berbagai pihak.

Bahkan, sebagai langkah awal, Israel menghentikan serangan di Gaza selama tiga jam setiap hari mulai kemarin. Keputusan yang mereka sebut ”koridor kemanusiaan” itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada bantuan kemanusiaan agar bisa masuk ke Gaza.

”Jeda itu dilakukan mulai pukul 13.00 sampai 16.00 waktu setempat (18.00-21.00 WIB) untuk memberi kesempatan bagi warga memperoleh persediaan makanan, bahan bakar, obat, dan bantuan lainnya,” kata Juru Bicara Militer Israel Avital Liebovich.

Hamas juga menerima langkah jeda perang oleh Israel. Wakil pemimpin Hamas Moussa Abu Marzouk menyatakan, selama tiga jam itu, pihaknya tidak akan meluncurkan roket atau serangan apa pun ke Israel. ”Kami menghormati jeda tiga jam itu,” ujarnya kepada stasiun TV Al Arabiya.

Israel juga sedang mempertimbangkan usul gencatan senjata yang diajukan Mesir dan Prancis. Tidak banyak rincian resmi yang dikeluarkan tentang isi proposal damai tersebut.

Namun, sumber dari para diplomat mengungkapkan, usul itu berkisar tentang tuntutan Israel untuk menghentikan serangan roket ke Israel Selatan dan menghentikan penyelundupan senjata oleh Hamas dari Mesir ke Gaza. Sedangkan Hamas menyatakan perjanjian gencatan senjata harus termasuk penghentian blokade Israel di Jalur Gaza.

Dalam rencana itu juga diserukan gencatan senjata secepatnya agar bantuan bisa masuk ke Jalur Gaza. Juga, segera diadakan pembicaraan antara Hamas dengan Israel tentang keamanan perbatasan.

Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menyambut baik proposal Prancis dan Mesir dengan menyatakan bahwa AS senang dan ingin memuji rencana tersebut. Duta Besar Israel untuk PBB Gabriela Shalev tidak mengungkapkan apakah Israel akan menerima proposal tersebut. Namun, dia menyatakan akan mempertimbangkannya dengan ”sangat, sangat serius”.

Di lain pihak, juru bicara resmi pemerintah Palestina menyatakan bahwa delegasi kelompok Hamas menemui Presiden Mesir Husni Mubarak untuk membahas proposal tersebut.

Obama Buka Mulut

Presiden terpilih AS Barack Hussein Obama untuk kali pertama berkomentar atas krisis di Gaza kemarin. Dalam pernyataan resmi, dia mengutarakan keprihatinan yang mendalam atas pertempuran yang berkecamuk di Jalur Gaza.

Dia berjanji segera bekerja efektif dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah itu setelah dirinya resmi menjabat presiden AS bulan ini. ”Kami tidak akan mengkhianati janji saat kampanye. Ketika memulai awal pemerintahan, kami akan berupaya efektif dan konsisten mencoba menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di Timur Tengah,” tegasnya.

Obama menuturkan, dirinya selama ini diam karena tidak ingin menggerogoti kebijakan pemerintahan Bush. ”Presiden George Bush sebagai presiden AS berbicara atas nama pemerintah AS dan rakyat AS saat menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan internasional,” kata Obama yang akan dilantik pada 20 Januari tersebut.

Dia mengungkapkan, dirinya telah dibrifing (oleh para stafnya) mengenai pertempuran di Gaza dan mengawasi perkembangannya setiap hari. ”Tegasnya, saya sangat memprihatinkan konflik yang berlaku di wilayah itu,” ungkapnya.

Pernyataan Obama tersebut berbeda dari pernyataan pemerintahan Bush selama ini. Bush maupun Menlu Condoleezza Rice selalu menyalahkan Hamas sebagai pemicu perang.

Saat para diplomat sedang berupaya keras mendapat jalan damai, pertempuran di Jalur Gaza tetap berlangsung sengit. Selasa malam (6/1), pasukan Israel meluncurkan 40 serangan udara baru ke Gaza. Serangan tersebut menghancurkan 15 terowongan Hamas.

Bombardir itu dibalas tembakan sembilan roket oleh Hamas ke Israel Selatan dari wilayah Gaza pada Rabu pagi (7/1). Salah satu roket tersebut melukai seorang bayi Israel di Kota Gedera, sekitar 40 km di utara Gaza.

Sementara itu, serangan Israel pada Selasa siang terhadap sebuah gedung sekolah yang dikelola PBB berbuntut panjang. Sekjen PBB Ban Ki-moon langsung mengutuk tindakan biadab tersebut. Dia menyatakan sulit menerima alasan Israel menghancurkan sekolah yang digunakan sebagai tempat berlindung warga yang melarikan diri dari rumah-rumah mereka itu.

Pejabat PBB menyebutkan, serangan brutal itu menewaskan 40 orang. ”Harus diadakan investigasi independen atas tragedi itu,” tegas Ban Ki Moon. (AP/AFP/kim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: