KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Miliarder Jerman Tabrakkan Diri ke Kereta

Posted by Administrator pada Januari 8, 2009

Jawapos, 8-1-2009
Putus Asa karena Kehilangan Rp 15 T

BLAUBEUREN – Krisis ekonomi global kembali menelan korban konglomerat. Setelah orang kaya Prancis Thierry Magon de la Villehuchet menyayat nadi pergelangan tangan kiri hingga tewas bulan lalu, Senin malam lalu (5/1) waktu Blaubeuren, Jerman Barat Daya, giliran taipan Jerman Adolf Merckle yang memilih mengakhiri hidup.

Pria 74 tahun itu menabrakkan diri ke kereta yang tengah melaju tak jauh dari rumahnya. Dia meninggalkan seorang istri, Ruth, tiga putra, yakni Ludwig, Phillip Daniel, dan Tobias, serta seorang putri bernama Jutta.

Menurut polisi setempat, tak ada indikasi keterlibatan orang lain dalam kematin orang terkaya kelima di Jerman itu. Sedangkan media Jerman yakin bahwa keputusan tragis tersebut diambil Merckle setelah kehilangan aset senilai lebih dari 1 miliar euro (sekitar Rp 15 triliun) yang ditanamkan di bursa saham.

“Situasi krisis saat ini membuat mendiang putus asa. Gairah entrepreneur-nya anjlok dan dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri,” bunyi pernyataan keluarga seperti dirilis Reuters kemarin (7/1).

Padahal, selama ini Merckle dikenal sebagai pebisnis tangguh. Orang terkaya dunia ke-94 versi majalah Forbes pada 2008 tersebut adalah pemilik beberapa perusahaan ternama nasional. Di antaranya, Ratiopharm, HeidelbergCement, dan disributor obat-obatan terbesar Eropa, Phoenix.

Lahir di Dresden pada 1934, Merckle mewarisi sebuah perusahaan farmasi kecil dari sang bapak pada 1960. Kala itu, perusahaan tersebut hanya memiliki pegawai 80 orang. Sedikit demi sedikit, dia mengembangkan perusahaan warisan itu menjadi sebuah kekuatan ekonomi raksasa dengan angka penjualan mencapai 35 miliar euro (Rp 525 triliun) dan jumlah pegawai melebihi 100 ribu orang.

Tapi, kesuksesan itu digenggam Merckle dengan mengorbankan banyak hal. Di antaranya, hak para pegawai untuk berserikat. Dia dikenal sebagai pengusaha yang sangat antiserikat buruh.

“Cara dia membangun perusahaan sangat patriarkis. Jadi, semuanya bergantung apa kata dia,” ucap Heinrich Zinken, mantan direktur Ratiopharm, kepada Manager Magazine.

Bukan hanya itu. Menurut Zinken, mantan bosnya tersebut sangat serakah dan pencemburu. “Dia juga sosok yang sangat pendendam,” tambahnya.

Menurut Daily Mail, sebelum menabrakkan diri ke kereta, Merckle meninggalkan surat kepada keluarga. Isinya singkat saja, “Maafkan saya.” Kepada istrinya, Ruth, dia juga hanya bilang kalau dia akan pergi sebentar ke kantor.

Dia lalu mengendarai mobil sekitar dua mil dari rumahnya. Dalam kondisi cuaca ekstradingin, yakni mencapai minus 15 derajat, dari jalan raya tempat dia menepikan mobil, Merckle kemudian naik ke arah rel untuk menunggu kereta regional yang akan melintas.

Kematin Merckle itu tak langsung diketahui. Baru ketika kereta berikutnya melintas dan menyalakan lampu penerang, tampak jenazahnya yang penuh darah sebagian tertutupi salju. (ape/ttg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: