KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

43 Tewas Dirudal Saat Ngungsi, Total Korban di Gaza 660 Orang

Posted by Administrator pada Januari 9, 2009

Kamis, 8 Januari 2009 | 8:29 WIB

GAZA|SURYA Onlie-Israel kembali menunjukkan kebiadabannya. Sebuah sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di perbatasan Gaza menjadi target serangan negeri Zionis itu, Selasa (6/1) malam waktu setempat.
Akibatnya, 43 orang yang sedang mengungsi dan berlindung di dalam sekolah tersebut tewas seketika. Ini merupakan sekolah ketiga yang menjadi target sasaran Israel dalam waktu 24 jam.

Tak hanya korban tewas, 100 orang lainnya terluka saat berlindung di sekolah yang dijalankan United Nation Relief and Works Agency (Unrwa), yang terletak di sebelah utara kota Jabalya ini.

Tim medis menyebutkan, seluruh korban tewas berasal dari orang-orang yang berlindung di dalam sekolah dan rumah yang menjadi kamp pengungsi di Jabalya. John Ging, Direktur Operasional Unrwa di Gaza, menuturkan bahwa tiga bom milik Israael mendarat di dekat sekolah. Saat itu ada 350 orang sedang berlindung dari serangan Israel, yang telah memasuki hari ke-12. Pihak Unrwa sebenarnya telah memberikan koordinat posisi gedung sekolah milik PBB itu, agar tak diganggu selama pertempuran. “Kalau saja bom mendarat tepat di atas gedung sekolah, jumlah korban akan lebih besar lagi,” tutur Ging.

Juru bicara PM Israel, Mark Regev mengatakan, pihaknya melakukan serangan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada tembakan ke arah salah satu unit milik Israel yang berasal dari fasilitas milik PBB tersebut. “Maka unit kami merespons,” tutur Regev.

Sebelumnya, dua orang terbunuh saat bom mengenai sebuah sekolah di wilayah selatan kota Khan Younis. Tiga lainnya terbunuh akibat serangan udara di sekolah yang berlokasi di kamp pengungsi Shati di Kota Gaza.

Tim medis di Palestina menyebutkan, hingga kemarin sedikitnya 660 warga Palestina telah menjadi korban kekejaman Israel, dan 3.000 lainnya luka-luka sejak serangan dimulai 27 Desember 2008.
Sementara itu, Israel berjanji menghentikan serangannya selama tiga jam setiap harinya untuk memberi kesempatan pada pembawa bantuan obatan-obatan dan kemanusiaan memasuki wilayah Gaza.

Juru bicara militer Israel, Peter Lerner tidak secara spesifik menyebut waktu penghentian serangan. Namun kelompok HAM asal Israel, B’Tselem menginformasikan waktu yang dipilih adalah antara pukul 13.00 hingga 16.00.

Semenjak serangan Israel berlangsung, Gaza mengalami kekurangan pasokan kebutuhan sehari-hari dan bahan bakar. Bahkan saat ini warga Palestina hidup tanpa listrik dan air bersih.

“Koridor kemanusiaan untuk jalur Gaza akan dibuka. Mengingat badan-badan kemanusiaan terus mengeluarkan komplain mengenai krisis yang menimpa 1,5 juta warga Palestina,” ujar Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert.

Kekejaman Israel mengudang reaksi keras dari dunia internasional. Kali ini Venezuela mengusir Duta Besar Israel sebagai bentuk protes serangan militer Israel. “Venezuela memutuskan mengusir Dubes Israel Shlomo Cohen dan beberapa stafnya. Selain itu Venezuela menyerukan adanya perdamaian dan penghormatan pada hukum internasional,” terang pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela.
“Rakyat Venezuela mencoba menunjukkan solidaritas yang tak terbatas kepada rakyat Palestina yang heroik,” lanjut pernyataan tersebut.

Di Indonesia, demo anti-Israel terus berlanjut. Bahkan sekitar 500 orang dari ormas Islam se-Jatim yang semula berunjuk rasa di Gedung Negara Grahadi, menyasar Sinagog di Jl Kayoon 6 Surabaya, Rabu (7/1).

Tempat peribadatan umat Yahudi bernama Beth Hashem ini dikepung massa. Semula mereka hanya di depan pagar karena polisi menutup pagar dan menguncinya. Namun beberapa di antaranya lolos masuk halaman dengan cara melompat pagar besi setinggi satu meter. “Kutuk serangan Israel ke Jalur Gaza. Bangunan ini adalah simbol Israel di Indonesia,” kata seorang orator.

Puluhan orang masuk dan membentangkan bendera Israel di halaman kemudian membakarnya. Mereka juga menurunkan bendara Merah putih di tiang bendera di halaman bangunan, setelah itu diganti dengan bendera Palestina.

Namun massa bisa diusir polisi sampai di luar pagar. Di tengah massa muncul Ketua Umum MUI Jatim, KH Abdus Shomad Buchori yang secara simbolis menyegel pagar Sinagog dengan rantai besi.
Juru kunci Sinagog Beth Hashem, Yusran Sambah, mengatakan pendemo salah alamat. Kata dia, Sinagoge ini tak lebih dari situs sejarah yang dibangun tahun 1913 oleh komunitas Yahudi di Surabaya yang kebanyakan berasal dari Belanda, India, dan Irak. “Sudah lebih dari 40 tahun tidak ada aktivitas peribadahan di tempat ini,” kata Yusan.

Di Kabupaten Pasuruan, ratusan janda, anak yatim, dan fakir miskin juga mengecam aksi biadab Israel dengan doa bersama yang digelar Fatayat dan Muslimat NU di Ponpes Roudotun Nursalim, Kecamatan Gondangwetan, Rabu (7/1). jaz/afp/voa/tis/uca/st13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: