KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Israel Serbu Tiga Sekolah Dalam 24 Jam, Pengungsi Kembali Menjadi Korban

Posted by Administrator pada Januari 9, 2009

Kamis, 8 Januari 2009 | 8:34 WIB

Gaza|SURYA Online – Sebuah sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di perbatasan Gaza menjadi target serangan Israel, Selasa (6/1) malam waktu setempat. Akibatnya, 43 orang yang sedang berlindung di dalam sekolah tersebut tewas seketika. Ini merupakan sekolah ketiga yang menjadi target sasaran Israel dalam waktu 24 jam.

Tak hanya korban tewas, 100 orang lainnya ikut terluka saat berlindung di sekolah yang dijalankan United Nation relief and Works Agency (Unrwa), yang terletak di sebelah utara kota Jabaliya ini.

Tim medis menyebutkan, seluruh korban tewas berasal dari orang-orang yang berlindung di dalam sekolah dan rumah yang menjadi kamp pengungsi di Jabalya. John Ging, Direktur Operasional Unrwa di Gaza, John Ging menuturkan, tiga bom milik Israael mendarat di dekat sekolah. Saat itu ada 350 orang sedang berlindung dari serangan Israel, yang telah memasuki hari ke 12. Pihak Unrwa sendiri telah memberikan koordinat posisi gedung sekolah milik PBB, agar tidak diganggu selama pertempuran berlangsung.

“Bila bom mendarat tepat di atas gedung sekolah, jumlah korban akan lebih besar lagi,”tutur Ging.
Juru bicara untuk PM Israel, Mark Regev mengatakan, pihaknya melakukan serangan tersebut bukannya tanpa alasan. Ada serangan tembakan ke arah salah satu unit milik Israel yang berasal dari fasilitas milik PBB.
“Maka unit kami pun meresponnya. Sehingga ledakan yang kami lebih kecil dari bagian persenjataan yang biasa kami gunakan,” tutur Regev.

Sebelumnya, dua orang terbunuh saat bom menyerbu sebuah sekolah di wilayah selatan kota Khan Younis. Tiga lainnya terbunuh akibat serangan udara di sekolah yang berlokasi di kamp pengungsi Shati di kota Gaza.

Tim medis di Palestina menyebutkan sedikitnya 660 warga Palestina telah menjadi korban kekejaman Israel, dan 3.000 lainnya mengalami luka-luka, semenjak serangan yang dimulai 27 Desember silam.
Sementara itu, Israel berjanji untuk menghentikan serangannya selama tiga jam setiap harinya, mulai pukul 1 hingga 4 sore waktu setempat. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan pada pembawa bantuan obatan-obatan dan kemanusiaan memasuki wilayah gaza.

Juru bicara militer Israel, Peter Lerner memang tidak secara spesifik menyebutkan waktu penghentian tersebut. Namun kelompok HAM asal Israel, B’Tselem menginformasikan waktu yang dipilih antara pukul 1 hingga empat sore.

Semenjak serangan Israel berlangsung, Gaza mengalami kekurangan pasokan kebutuhan segari-hari dan bahan bakar. Bahkan saat ini warga Palestina hidup tanpa listrik dan air bersih.
“Koridor kemanusiaan untuk jalur Gaza akan dibuka. Mengingat badan-badan kemanusiaan terus mengeluarkan komplain mengenai krisis yang menimpa 1,5 juta warga Palestina,” ujar Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert.

Kekejaman Israel mengudang reaksi keras dari dunia internasional. Kali ini pemerintah Venezuela yang memutuskan untuk mengusir Duta Besar Israel, sebagai bentuk protes atas serangan militer mereka.
“Venezuela memutuskan untuk mengusir Dubes Israel Shlomo Cohen dan beberapa stafnya. Selain itu Venezuela menyerukan adanya perdamaian dan penghormatan pada hokum internasional,” terang pernyataan Kementrian luar Negeri Venezuela.

Venezuela menuduh Israel melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan menggunakan terorisme negara terhadap rakyat Palestina. “Rakyat Venezuela mencoba menunjukkan solidaritas yang tak terbatas kepada rakyat Palestina yang heroik,” lanjut pernyataan tersebut. jaz/afp/voa/tis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: