KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

PBB Hentikan Operasi Bantuan di Gaza

Posted by Administrator pada Januari 9, 2009

By Republika Newsroom
Jumat, 09 Januari 2009 pukul 05:45:00

GAZA — Badan bantuan utama PBB menangguhkan operasinya di Gaza, sebab staffnya menjadi korban serangan Israel. Penghentian operasi bantuan akan berlanjut “hingga pihak berwenang Israel bisa menjamin keselamatan dan keamanan kami,” kata PBB.

Sementara itu, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis telah menarik penentangan mereka atas resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, dan negara-negara Arab tengah mengkaji draft resolusi tersebut.

Perkembangan ini terjadi pada hari 13 serangan Israel yang dikatakan bertujuan menghentikan militan Palestina menembakkan roket dari Gaza.

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis menghendaki pernyataan yang lebih lunak dari Dewan Keamanan PBB, lapor wartawan BBC Laura Trevelyan di New York.

Namun, para menteri luar negeri Arab mengatakan, isi draft seperti apa pun yang bukan resolusi mengikat yang menyerukan gencatan senjata segera tidak akan memadai untuk menanggapi krisis, kata wartawan kami.

Jika tanggapan negara-negara Arab atas draf resolusi ini positif, voting mungkin akan bisa terjadi kemudian.

Draf itu menyerukan gencatan senjata segera, langkah untuk menghentikan penyelundupan senjata oleh Hamas di perbatasan Mesir-Gaza dan membuka perlintasan perbatasan ke Gaza, sehingga bantuan bisa disampaikan.

Menuduh Israel

Palang Merah menuduh Israel gagal memenuhi tugasnya dalam membantu penduduk sipil di Gaza yang menderita luka-luka.

Staf ICRC menemukan empat anak-anak yang dalam keadaan lemah dan ketakutan di samping jenazah para ibu mereka di sejumlah rumah yang terkena serangan di Zeitoun.

Militer Israel belum menanggapi tuduhan itu, namun mengatakan mereka bekerja sama dengan badan-badan bantuan agar penduduk sipil bisa mendapat pertolongan.

Sementara itu PBB mengatakan mereka menghentikan operasi bantuan di Gaza karena ancaman dari serangan Israel bagi staf mereka.

“Kami sudah menghentikan operasi kami di Gaza sampai aparat Israel bisa menjamin keamanan dan keselamatan kami,” kata Chris Gunness, jurubicara badan bantuan PBB, UNWRA.

“Instalasi kami terkena serangan, para petugas kami terbunuh meski aparat Israel memiliki koordinat fasilitas-fasilitas kami dan semua kegiatan kami dikoordinasikan dengan militer Israel.”

“Dengan amat menyesal, UNWRA terpaksa mengambil keputusan sulit ini.”

Sebelumnya, UNWRA mengatakan satu orang terbunuh dan dua lainnya luka-luka ketika truk pemindah barang dalam satu misi bantuan PBB diserang oleh tank Israel di penyeberangan Erez di Gaza.

UNWRA mengatakan pengiriman bantuan itu sudah dikoordinasikan dengan Israel, kata laporan kantor berita Associated Press.

Militer Israel belum memberikan tanggapan atas klaim itu namun mengatakan akan menyelidikinya.

Kekhawatiran badan-badan bantuan yang beroperasi di Gaza muncul di saat ada kekhawatiran konflik dengan militan Gaza mungkin meluas, setelah roket-roket ditembakkan dari Libanon ke Israel.

Militer Israel pasti menyadari keadaan itu namun tidak menolong mereka yang luka-luka. Mereka juga tidak memberi akses kepada Bulan Sabit Merah Palestina agar dapat membantu korban luka-luka

Setidaknya tiga roket ditembakkan ke Israel utara, yang dibalas oleh serangan artileri Israel. Insiden itu terjadi setelah Israel melakukan penggempuran paling sengit di Gaza dalam hampir dua minggu ini, dengan 60 serangan udara diluncurkan terhadap sejumlah fasilitas Hamas.

Tentara Israel melakukan jeda tiga jam dari pertempuran agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Gaza. Jeda harian yang pertama diterapkan pada hari Rabu sehingga badan-badan bantuan bisa masuk ke wilayah itu untuk pertama kalinya dalam beberapa hari.

Upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata di Gaza terus dilakukan.

Seorang pejabat senior Israel berada di Kairo untuk mendengar rincian dari rencana gencatan senjata yang disusun oleh Mesir dan Prancis. Satu delegasi Hamas diperkirakan akan datang ke ibukota Mesir itu untuk melakukan pembicaraan “teknis”, kata para diplomat Mesir.

Akses dihalangi

Palang Merah Internasional (ICRC) menuduh Israel tidak memenuhi kewajibannnya setelah para staf mereka menyaksikan kondisi “mengejutkan” itu.

Satu tim medis menemukan 12 jenazah di dalam sebuah rumah yang terkena serangan Israel, dan empat anak kecil, yang sangat lemah sehingga tidak bisa berdiri, berada di samping ibu-ibu mereka yang sudah tewas, kata ICRC.

Para pekerja bantuan tidak mendapat akses ke situs itu selama beberapa hari, tambah ICRC. “Ini insiden yang mengejutkan,” kata Pierre Wettach, kepala ICRC di Israel dan wilayah Palestina dalam sebuah pernyataan.

“Militer Israel pasti menyadari keadaan itu namun tidak menolong mereka yang luka-luka. Mereka juga tidak memberi akses kepada Bulan Sabit Merah Palestina agar dapat membantu korban luka-luka.”

Para wartawan mengatakan kecaman itu sangat keras, yang disampaikan oleh badan bantuan yang biasanya bersifat netral.

Militer Israel mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa segala tuduhan serius akan diselidiki dengan benar begitu keluhan resmi diterima. Sementara itu, Amnesty International menuduh kedua belah pihak menggunakan penduduk sipil sebagai perisai manusia.

Dalam perkembangan lain, bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi warga Palestina di Gaza dari pemerintah dan rakyat Indonesia telah tiba tadi malam di perbatasan Rafah, yang menghubungkan Mesir dan Gaza.

Bantuan tahap kedua berupa persediaan medis dan ambulans ini diserahkan langsung kepada perwakilan Bulan Sabit Merah di Gaza, kata salah satu anggota delegasi yang menyerahkan bantuan itu, Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya dari Rafah semalam. ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: