KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Pengidap HIV/AIDS Terus Membengkak

Posted by Administrator pada Februari 27, 2009

[ Jawapos, Jum’at, 27 Februari 2009 ]
JAKARTA – Angka pengidap HIV/AIDS di Indonesia terus melejit. Bahkan, dalam sepuluh tahun terakhir, jumlahnya kian melangit. Di sisi lain, kontribusi pemerintah belum optimal. Itu bisa dilihat dari anggaran yang dialokasikan Depkes tahun ini.


Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nafsiah Mboi mengatakan, di antara 230 ribu orang yang teridentifikasi HIV/AIDS, 10 persen atau 23 ribu orang dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS. Ini disebabkan sarana tes HIV/AIDS masih terbatas. Karena itu, kebijakan Menkes adalah terus memperbanyak sarana pengobatan.

”Dengan demikian, jumlah orang yang terinfeksi bisa diketahui dengan pasti,” ujarnya di sela lokakarya forum perencanaan dan penganggaran penanggulangan HIV/AIDS di Bappenas kemarin (26/2).

Apalagi, beber Nafsiah, jumlah orang yang positif AIDS dalam sepuluh tahun terakhir terus bertambah. Pada 1999, penderita AIDS baru 352 orang. Namun pada akhir 2008, sudah melejit di kisaran 16.110 orang. Di antara jumlah itu, 2,7 persen diidap balita, 0,3 persen diidap penduduk berusia 5-14 tahun, dan sisanya diderita penduduk berusia 14 tahun ke atas.

Kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Papua, dan Bali. Total, ada 10 kota dengan HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Bandung menempati puncak ”klasemen” penderita HIV/AIDS dengan jumlah 1.856 orang. Disusul Jakarta Pusat dan Denpasar yang menempati posisi kedua dan ketiga. Sebaliknya, Kabupaten Mimika yang semula jumlah penderita HIV/AIDS tertinggi berangsur turun.

KPA amat menyesalkan fenomena itu. Sebab, penularan HIV/AIDS sejatinya bisa dicegah. Nafsiah menjelaskan, saat ini perilaku penggunaan jarum suntik bersama di kalangan pemakai narkoba menunjukkan tren menurun. Sebaliknya, fenomena penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak malah melonjak.

”Artinya apa? Saat ini yang terkena penyakit itu bukan hanya para pembeli dan penjaja seks. Tapi, suami yang menganut seks bebas telah menularkan penyakit itu ke istri dan anaknya. Ini sangat disayangkan,” tuturnya.

Karena itu, Nafsiah minta dilakukan pencegahan secepatnya. Mereka yang berperilaku seks bebas mau tak mau harus bersedia memakai kondom. Dia membeber, penggunaan kondom dalam kurun 2002-2008 tidak bergerak naik. Selalu berkutat di kisaran 20-30 persen. Padahal, perilaku seks bebas terus meningkat.(kit/oki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: