KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Polisi Sweeping Pasien Ponari

Posted by Administrator pada Februari 27, 2009

[ Jawa Pos, Jum’at, 27 Februari 2009 ]

JOMBANG – Sejumlah pihak yang sempat ngotot agar praktik dukun cilik Ponari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, terus dibuka mulai melunak. Tanpa terkecuali para anggota wakil rakyat Jombang yang sebelumnya getol meminta Pemkab Jombang memfasilitasi praktik siswa kelas III SD tersebut dengan dalih sesuai aspirasi masyarakat.

”Jika memang penutupan itu kehendak Ponari dan keluarga, semua pihak harus mendukungnya. Sebelumnya, kita meminta pemkab memfasilitasinya juga demi kepentingan Ponari sendiri,” terang Ketua DPRD Abdul Halim Iskandar.

Ponari dan keluarga memiliki hak untuk hidup normal. Termasuk untuk hidup seperti sediakala, sebelum ribuan orang tiap hari mendatanginya untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. ”Melayani atau tidak itu hak Ponari yang harus dihormati. Apalagi, sebenarnya, anak seumur dia belum saatnya memberi pelayanan. Justru dia yang seharusnya dilayani,” ujar Abdul Halim yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh masyarakat yang ngotot menentang penutupan praktik Ponari.

Untuk itu saat ini semua pihak harus berpartisipasi menyadarkan masyarakat agar dapat memahami dan menerima keputusan Ponari itu. ”Sekarang seluruh elemen masyarakat harus berupaya menasihati agar tidak ada warga yang memaksakan kehendak untuk mendapatkan pengobatan dari Ponari,” ulasnya. ”Ponari tidak punya kewajiban melayani pasien yang datang,” tambahnya.

Halim optimistis kehidupan Ponari lambat laun akan normal kembali. ”Begitu penutupun itu tersosialisasi, bersamaan dengan gencarnya upaya penyadaran masyarakat, sedikit demi sedikit pasien pasti akan berkurang. Meski, tidak bisa secara frontal,” bebernya.

Agar semuanya berjalan kondusif, menurut dia, peran aparat keamanan juga sangat penting. Kehadiran aparat untuk menjaga keselamatan Ponari dan keluarga. Juga meminimalkan pihak-pihak yang ingin mengeksploitasi dan memaksakan kehendak terhadap Ponari.

Imbauan DPRD itu kemarin mulai dijalankan aparat keamanan setempat. Setelah memberitahukan bahwa praktik ditutup kemarin pagi, polisi langsung men-sweeping para pasien yang masih bertahan. Petugas mendatangi rumah-rumah untuk mencari warga yang bertahan dan memintanya pergi.

Sweeping semacaman itu sebetulnya juga pernah dilakukan polisi saat menutup praktik Ponari setelah jatuh korban tewas awal bulan lalu. Namun, saat itu pengusiran hanya sementara. Karena itu, tak lama kemudian pasien kembali berdatangan. Bahkan, jumlahnya makin bertambah.

Di bagian lain, langkah tegas Kapolres Jombang AKBP Tomsi Tohir dengan menutup tempat praktik Ponari dimanfaatkan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi. Dia kembali mendatangi rumah Ponari. Sayang, kedatangan kali kedua pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini tak mendapat respons dari Ponari.

Kunjungan Kak Seto yang mengklaim selalu memantau perkembangan Ponari itu malah dicueki bocah yang dipaksa menjadi dukun tiban. Ponari lebih memilih memainkan games di ponselnya daripada berbincang dengan Seto. Tak patah arang, hari ini Seto berjanji mendampingi Ponari ke sekolah. Pencipta karakter Si Komo itu rupanya sudah lupa dengan solusi tandon air yang diusulkannya untuk mengatasi antrean membeludak pasien Ponari pekan lalu. Seharian di Jombang kemarin, usul tak masuk akal itu tak sekalipun disinggungnya. (doy/jif/yr/jpnn/kim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: