KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

De Javu 2007, Casey Stoner dan Ducati Marlboro

Posted by Administrator pada April 9, 2009

chase-stoner[ Jawa Pos, Rabu, 08 April 2009 ]
Musim MotoGP 2009 dimulai akhir pekan ini di Qatar. Setelah beberapa kali uji coba, Casey Stoner dan Ducati Marlboro muncul sebagai unggulan utama. Dan ada tanda-tanda, mereka bakal dominan seperti 2007 lalu.

Casey Stoner benar-benar tidak terkalahkan pada MotoGP 2007. Pada tahun pertamanya bersama Ducati itu, Stoner langsung meraup kemenangan demi kemenangan. Gelar juara dunia pun diraih dengan mudah.

Saking sulitnya mengejar Stoner, Valentino Rossi -andalan Yamaha– sampai sempat bilang kalau dia “butuh pistol” untuk mengalahkan pembalap Australia tersebut.

Tahun lalu, Yamaha mampu mengejar ketinggalan. Meski di trek lurus masih kalah, Valentino Rossi mampu merebut kembali gelar juara dunia.

Tapi tahun ini, kita bisa kembali seperti 2007 lalu. Dan yang menyeramkan, Stoner sekarang bukan hanya cepat di trek lurus. Motor Ducati Desmosedici GP9 ternyata juga makin lincah di sirkuit yang berliku!

Stoner telah membuktikan itu di tiga sesi uji coba terakhir. Dia tercepat di Sepang (Malaysia) dan Losail (Qatar), di dua tempat yang memiliki lintasan lebar dan trek lurus panjang. Dia juga tercepat dalam uji coba terakhir di Jerez (Spanyol), yang memiliki lintasan relatif sempit dan sangat berliku.

Di Jerez, Stoner memenangi “Grand Prix Zero,” menang latihan kualifikasi dan meraih sebuah mobil BMW edisi khusus. Waktu itu, catatan waktunya sampai 0,7 detik lebih baik dari Rossi!

Usai uji coba itu, Rossi pun mengakui kecepatan Stoner dan Ducati. Paling tidak, dalam kualifikasi Stoner dan Ducati masih lebih baik.

Dengan kecepatan itu, satu-satunya harapan Rossi ada pada pergelangan tangan kiri Stoner. Kalau pergelangan itu sehat, dia terancam takluk lagi. Kalau pergelangan yang baru dioperasi itu tidak 100 persen, Rossi-lah yang mengancam.

Stoner menjalani operasi pergelangan tangan itu pada 30 Oktober 2008 lalu. Dalam uji coba Sepang awal Februari lalu, kondisinya masih buruk, sehingga tak mampu melakukan simulasi lomba. Di Qatar sebulan kemudian, kondisinya sudah membaik, tapi Stoner belum maksimal.

Baru di Jerez akhir Maret lalu, Stoner merasa pergelangan itu sudah cukup fit. Belum 100 persen, namun tidak lagi terlalu mengganggu.

Hanya saja, hingga latihan di Jerez, Stoner masih belum melakukan simulasi lomba. Sehingga, masih ada tanda tanya apakah pergelangan itu masih kuat ketika harus balapan puluhan lap di Qatar, 12 April nanti.

Hingga akhir pekan lalu, Stoner dan Ducati masih pasang tampang optimistis. Kata Stoner, dia tak terlalu butuh simulasi lomba. “Saya tak peduli. Bagi saya (simulasi) tidak penting. Semua bakal punya ban yang sama, dan saya lebih mengutamakan mencari kecepatan daripada ketahanan. Semua orang membicarakan pentingnya long run (simulasi, Red). Tapi kalau kita tak punya kecepatan cukup, maka tak ada gunanya latihan long run,” kata Stoner seperti dilansir Motorcycle News.

Sebelum menuju Qatar, Stoner mengaku akan melatih pergelangan tangan itu sebisa mungkin. Dia yakin, saat tiba di Qatar, kondisinya terus membaik.

Pihak Ducati sendiri masih sangat yakin terhadap kekuatan Stoner. Livio Suppo, manajer tim, mengaku kondisi pergelangan tangan Stoner itu mungkin tak akan pernah 100 persen. Sebab, operasi yang dia jalani sangatlah rumit. “Seperti tiga operasi jadi satu. Ada operasi tulang, operasi membersihkan materi di sekeliling tulang. Itu bukan operasi mudah,” ungkapnya.

Meski demikian, Suppo bilang bahwa Stoner mungkin tidak butuh pergelangan itu kembali 100 persen. “Seperti kaki (pembalap legendaris) Mick Doohan. (Setelah operasi besar) kaki itu tak pernah kembali seperti semula, tapi dia masih mampu balapan dan merebut lima gelar dunia,” tukasnya.

Stoner sekarang sudah punya satu gelar. Kalau kondisi pergelangan itu dianggap cukup kuat, gelar kedua mungkin tercapai dalam delapan bulan ke depan.

Rossi, apakah Anda kembali butuh pistol? (azrul ananda)

Ducati Marlboro Team

Unggulan utama MotoGP 2009. Casey Stoner tampil begitu dominan di semua sesi uji coba. Dia juga mengaku lebih dewasa, sehingga tidak overconfident seperti musim lalu. Tinggal melihat, apakah Nicky Hayden bisa maksimal membantu Stoner di depan.

Fiat Yamaha Team

Jangan pernah meremehkan Valentino Rossi. Dengan motor yang 80 persen saja dia mampu jadi juara dunia. Apalagi Rossi bilang, masih ada beberapa senjata yang disimpan saat uji coba. Bagi Jorge Lorenzo, musim ini yang penting konsisten dan jangan cedera.

Repsol Honda Team

Kabar baik, Dani Pedrosa sudah boleh tampil di Qatar akhir pekan ini. Kabar buruk, motor Honda belum maksimal dan Pedrosa nyaris tanpa latihan. Andrea Dovizioso pembalap yang cepat, tapi mungkin belum cukup matang untuk menanggung beban utama.

Monster Yamaha Tech 3

Colin Edwards dan James Toseland merupakan pasangan yang solid. Mereka mampu menjadi “penyokong” yang baik untuk Rossi dan Lorenzo. Jangan kaget kalau tim ini sesekali naik podium. Meski mungkin meraih kemenangan adalah sesuatu yang sangat sulit.

San Carlo Honda Gresini

Semua tim satelit Honda punya masalah besar musim ini: Kalau motor factory saja paspasan, apalagi motor satelit yang mereka gunakan. Kecuali mungkin Toni Elias, yang dapat motor “semi-factory.” Kalau Alex de Angelis, motornya masuk kategori paspasan.

Pramac Racing

Mika Kallio, hampir pasti, adalah rookie of the year 2009. Bukan karena dia luar biasa, tapi karena pesaingnya tidak meyakinkan. Salah satu pesaing itu adalah rekannya sendiri, Niccolo Canepa, yang tergolong mengecewakan saat uji coba.

LCR Honda MotoGP

Di antara barisan satelit Honda, Gresini adalah yang paling meyakinkan. Randy de Puniet akan mendapat motor paspasan. Untungnya, motor ini disponsori majalah Playboy. Minimal bisa curi perhatian, apalagi kalau mendatangkan model-model cantik.

Scot Racing Team MotoGP

Kasihan Yuki Takahashi. Sepertinya dia diturunkan hanya sebagai syarat, bahwa harus ada pembalap Jepang di MotoGP 2009. Kecepatannya saat uji coba paspasan, dengan motor yang paspasan.

Grupo Francisco Hernando

Selamat kembali Sete Gibernau! Performa nanti mungkin tidak bisa menggebrak. Minimal, bermodal pengalaman bertahun-tahun, dia bisa memberi masukan kepada Ducati untuk pengembangan setelan motor.

Hayate Racing Team

Lebih kasihan lagi Marco Melandri. Dia tak punya pilihan lain. Motor Hayate (dulu Kawasaki) ini nyaris tanpa program pengembangan. Dan nantinya, jangankan punya komponen baru, komponen cadangan saja belum tentu! Sekali lagi, Hayate bukanlah Brawn-nya MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: