KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Gerindra Anggap Ganjil Kader Partai jadi Tersangka

Posted by Administrator pada April 9, 2009

[ Jawa Pos, Kamis, 09 April 2009 ]
Ada Kekuatan Besar yang Setir

JAKARTA – Partai Gerindra menganggap kasus yang menyeret dua kader mereka di Ponorogo cenderung dipaksakan. Tim hukum partai berlambang burung garuda itu mengaku telah mencatat sejumlah keganjilan dalam kasus pencemaran nama baik Edhie Baskoro (Ibas), putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ini luar biasa. Kasus seperti ini, yang turun langsung dua jenderal sekaligus,” ujar Direktur Bantuan Hukum Nasional Partai Gerindra M. Mahendradatta di Kantor Media Center Gerindra, Jl Prapanca, Jakarta Selatan, kemarin (8/4).

Dia pun mempertanyakan keterlibatan secara langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Bachrul Alam dan Wakabareskrim Irjen Pol. Hadiatmoko dalam penanganan kasus tersebut. Menurut dia, hal itu menjadi salah satu sinyal bahwa memang ada kekuatan besar yang turut mengarahkan penanganan kasus tersebut. “Belum lagi, keterlibatan polisi berpangkat kombes setingkat direktur,” tambahnya.

Keganjilan selanjutnya, kata Mahendra, adalah saat penetapan Nazirin sebagai tersangka. Saat pemeriksaan belum selesai, caleg Gerindra tersebut sudah akan ditahan oleh penyidik. “Saat diperiksa, Nazirin sudah dikatakan akan ditahan, disampaikan juga surat penahanan menyusul setelah 1×24 jam selanjutnya,” ujar Mahendra, membeberkan keganjilan.

Padahal, menurut Mahendra, Nazirin pada awalnya akan dijerat dengan pasal pencemaran dan penghinaan. Tapi, karena tidak bisa dilakukan penahanan, dicarikan pasal yang lain. Maka, lanjut dia, dipakailah pasal 55 KUHP Jo pasal 27 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya enam tahun penjara.

“Kesan dipaksakannya cukup kuat. Nazirin itu pegang komputer saja gemetar. Pegang tuts juga tidak bisa,” kata mantan pengacara tim pembela muslim itu.

Namun, ungkap Mahendra lagi, dalam pasal tersebut, harus ada tersangka utama. Tersangka utama itu harus yang berhubungan dengan internet. Posisi Nazirin hanya sebagai pendamping. “Nah, di sini harus dicari unsur media dan harus (media) online. Kalau media cetak, tidak bisa,” imbuhnya.

Seiring dicabutnya status tersangka kepada tiga pemilik media, Nazirin kembali dijerat pasal 310 dan 314 KUHP, yaitu pencemaran nama baik dengan ancaman maksimal 9 bulan.

“Kalau seperti ini, kita semua bisa menilailah. Tapi, baiklah, sesuai kapasitas saya (tim hukum), maka sudah tidak bisa dilakukan penahanan terhadap Nazirin,” katanya. (pri/dyn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: