KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Hidayat-Puan Bersaing di Dapil ‘Balung Gajah’

Posted by Administrator pada April 9, 2009

By Republika Newsroom
Kamis, 09 April 2009 pukul 15:34:00

SOLO — Sudah diperhitungkan sebelumnya, Pemilu Lesgalatif Dapil (Daerah Pemilihan) V — Solo, Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo (Jateng) menjadi perebutan antar calon legislatif ‘balung gajah’. Nama Hidayat Nur Wahid (PKS) dan Puan Haharani (PDI Perjuangan) dan sejumlah caleg DPR RI lain saling berebut ketat.

Dapil V Jateng dikenal ‘Balung Gajah’. Ini lantaran daerah yang diperebutkan tokoh terkemuka, dan mendapat dukungan kuat dari konstituente. Seperti, Hidayat Nur Wahid (PKS), Puan Maharani (PDI Perjuangan), Prof Dr Suhardi MSc (Ketua Umum Partai Gerindra), GRAy Koes Moertiyah, Zaenal Ma’arif (Partai Demokrat), Icuk Sugiyarto (PPP), Prof Thomas Suyatno (Partai Golkar).

Hasil perrhitungan sementara perolehan suara Pemilu Legislatif untuk DPR RI, kedua tokoh nasional tersebut saling kejar-kejaran.

Penghitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 5, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Hidayat Nur Wahid berhasil mengumpulkan 21 suara. Sedang Puan Maharani 22 suara.

Sedangkan Partai Golkar yang mengusung Prof Dr Suyatno cukup puas memperoleh dukungan 13 suara. Mantan pebulutangkis dunia, Icuk Sugiarto, yang diusung PPP memperoleh dukungan 11 suara.

Pemilu Legislatif di kampung ‘cikal-bakal’ Kabupaten Klaten membuahkan kejutan diluar dugaan. Partai Demokrat mengumpulkan dukungan 22 suara, sama dengan perolehan Puan Maharani dan selisih satu suara dengan Hidayat Nur Wahid. Hanya saja, semua pemilih tidak mencontreng nama caleg. Tapi, semua mencontreng partai.

Kemungkinan besar dukungan 22 suara Partai Demokrat tersebut, merupakan berkah bagi GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng). Putri Keraton Kasunanan Surakarta ini akan memperoleh penggabungan suara yang mencontreng partai. Karena, ia menempati posisi perolehan suara terbanyak bila dibanding dengan rival satu partainya, mantan Ketua DPR RI, Zaenal Ma’arif.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prof Dr Suhardi, boleh dibilang menelan pil pahit. Putra asli kelahiran Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, yang menempati nomor urut satu, hanya memperoleh dukungan empat suara. Ia tidak begitu dikenal warga di sini.

Pemilu Legislatif di sini, kurang mendapat sambutan antusias warga. Pemilihan di TPS 5 yang tercatat di DPT (Daftar Pemilih Tetap) 367 pemilih, hanya diikuti 235 orang. Selebihnya, 132 pemilih tidak menggunakan haknya alias masuk Golput (Golongan Putih). Sedang dari pengguna hak tersebut, 26 suara diantaranya dinyatakan rusak.

Sementara, dari 44 partai yang terdaftar, hanya sembilan partai yang mengajukan saksi. Sisanya, 35 partai lainnya yang terdaftar sebagai peserta Pemilu 2009 tidak mengirimkan saksi. – eds/ahi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: