KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Rakyat Sudah Menghadiahi, Menghukum, dan Mencoba-coba

Posted by Administrator pada April 12, 2009

[ Jawa Pos, Sabtu, 11 April 2009 ]
PEMILU legislatif memasuki babak ujian. Setelah penghitungan suara ”selesai” karena quick count, kini muncul suara akan ada langkah-langkah hukum. Seperti dikatakan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, kemarin. Ini cara tidak puas yang baik. Sebab, pihak yang tak puas menyalurkan lewat saluran damai, yakni adu argumentasi di hadapan mahkamah.

Dari berbagai persoalan, kesemrawutan daftar pemilih tetap (DPT) memang yang paling signifikan. Berbagai partai, baik dari kubu pemerintah maupun oposisi, sama-sama mengeluhkan DPT. Mereka semua merasa konstituennya tak bisa memilih. Jadi, merasa sama-sama dirugikan.

Adanya komplain dari kubu yang berseberangan itu boleh jadi menunjukkan kesemrawutan DPT bukan karena direkayasa (by design). Tetapi, itu terjadi karena ketidaksempurnaan sistem kependudukan kita. Menurut istilah Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D., ketidakberesan DPT itu bersifat random, semua partai dirugikan sekaligus diuntungkan.

Ketua KPU sudah menjanjikan, saat pilpres nanti kesemrawutan itu diurai dan dibereskan. Demikian juga, permintaan Presiden SBY. Sangat dirasakan, kinerja KPU kali ini memang kurang bagus. Kemampuan teknisnya terkesan tak mumpuni. Untuk itu, KPU harus segera berbenah untuk pilpres nanti.

Bila ada persoalan hukum terkait ketidakpuasan DPT itu, prosesnya memang tidak mudah. Sebab, gugatan harus dilakukan di pengadilan umum atau pengadilan tata usaha negara. Jadi, prosesnya akan lama.

Untuk gugatan yang berkaitan langsung dengan pencontrengan, Mahkamah Konstitusi sudah mengantisipasi akan datang 1.000 hingga 2.300 gugatan terkait pemilu legislatif. Petugas yang terkait diinapkan di dekat Kantor Mahkamah Konstitusi agar lebih sigap menangani perkara itu. Sembilan hakim konstitusi akan dibagi tiga majelis, dengan harapan bisa memutus perkara sesuai tenggat, maksimal 30 hari.

Boleh saja partai-partai protes dan caleg menggugat. Tapi, diharapkan gugatan itu memang bisa mengubah perolehan suara atau keterpilihan seseorang. Tidak asal-asalan. Selain demi efektivitas, itu terkait citra partai atau caleg itu sendiri. Sebab, sekarang rakyat sangat mementingkan pencitraan yang baik. Kalaupun ada perkara, diharapkan putusannya ikut memperkaya sistem demokrasi kita.

Adanya kekecewaan atau tidak, adanya protes atau tidak, adanya gugatan atau tidak, inilah hasil pemilu kita. Rakyat sudah menghukum partai dan para caleg yang dianggap tidak berpihak kepada mereka. Mereka menghukum dengan tidak memilih dan memindahkan dukungan ke caleg atau partai lain. Dengan hukuman demokrasi ini, diharapkan partai-partai mawas diri dan memperbaiki kinerjanya. Mereka diharapkan tak hanya membuka pintu kantor lima tahun sekali menjelang pemilu.

Rakyat juga sudah memberikan hadiah. Mereka mengalihkan dukungan dari partai atau caleg yang tidak mereka sukai ke partai lain yang mereka lebih punya harapan. Hadiah itu bisa dirasakan dari jumlah suara pemilih yang bertambah. Tentu, tambahan amanah tersebut harus dijaga dan dihormati agar kelak pemilih menghadiahi lagi dengan suara mereka pada pemilu mendatang.

Selain menghukum dan menghadiahi, rakyat suka coba-coba. Karena merasakan partai yang sudah ada tak bisa melayani, mereka menghukum semua partai dan memilih partai baru. Pilihan sikap coba-coba itu juga penting karena memungkinkan sistem demokrasi mendapat partai alternatif. Agar rakyat tak hanya terpaku pada partai-partai yang sudah ada.

Pilihan rakyat memang belum tentu pilihan Tuhan Mahasempurna. Sebab, demokrasi memang berangkat dari sikap rendah hati akan ketidaksempurnaan kita. Untuk itulah, kita perlu mengecek pilihan kita lima tahun sekali.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: