KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Suara Kurang Maksimal, Golkar Tak Mau Jadi Oposisi

Posted by Administrator pada April 12, 2009

[ Jawa Pos, Minggu, 12 April 2009 ]
JAKARTA – Internal Partai Golkar mulai mementahkan isu pencalonan Jusuf Kalla (JK) sebagai capres menyusul perolehan suara kurang maksimal pada pemilu legislatif. Wasekjen DPP Partai Golkar Rully Chairul Azwar, misalnya, menilai pencapresan JK masih dapat direvisi karena keputusan itu tidak melalui mekanisme formal partai.

”Apakah dulu Pak JK menjadi capres melalui mekanisme partai? Tidak kan. Pencalonan Pak JK kan karena adanya desakan dari forum ketua DPD. Pak JK kemudian menyatakan kesanggupan,” kata Rully di Jakarta kemarin (11/4).

Lantas, apakah JK masih siap menjadi capres? Kata Rully, kesiapan JK bukan karena pria asal Sulsel itu mempersiapkan diri menjadi capres. Kesiapan itu, menurut dia, karena forum ketua DPD yang mendesak JK menjadi capres.

Desakan agar JK menjadi capres memang dari forum ketua DPD I. Bahkan, dalam pertemuan di Jogjakarta, mereka menyepakati bahwa pencapresan JK adalah harga mati. Mereka juga berjanji untuk hanya mengusung JK pada rapimnasus yang dihelat partai berlambang beringin itu.

”Itu kan statement spontan kesepakatan mereka. Golkar partai terbuka. Peguyuban Golkar sangat kuat. Sampai sekarang, kesiapan JK kan karena permintaan DPD,” terangnya.

Rully juga menampik kemungkinan Golkar bakal menjadi partai oposisi. Menurut dia, menjadi oposisi adalah pilihan terakhir yang terpaksa diambil apabila Golkar tak bisa berkoalisi dengan Demokrat.

”Oposisi bukan soal siap atau tidak siap. Partai Golkar punya pengalaman menyejahterakan rakyat. Yang kita jadikan kriteria, nomor satu, apakah bangsa ini bisa selesai dengan kontribusi Golkar di dalamnya. Kalau tidak, bisa saja kita terpaksa oposisi,” jelasnya.

Rully menegskan, Golkar dalam posisi signifikan. Yakni, kemungkinan berkoalisi dengan partai apa pun masih terbuka. ”Kami masih terbuka kok. Kami belum memutuskan apa-apa. Dengan Demokrat terbuka, dengan PDIP terbuka,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, pada pilpres nanti, SBY memiliki kemungkinan besar untuk mencalonkan cawapres dari kalangan profesional atau independen.

Itu, menurut Qodari, karena SBY mempertimbangkan adanya intervensi politik dari parpol pendukung cawapres, seperti yang dialami bersama JK dulu. ”Bisa dengan calon perempuan, misalnya Meutia Hatta dan Sri Mulyani,” ungkapnya. (aga/agm)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: