KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Demokrat-Golkar Masih Saling Tunggu

Posted by Administrator pada April 16, 2009

[ Jawa Pos, Kamis, 16 April 2009 ]
Kepastian Koalisi setelah Rapimnas

JAKARTA – Isi pertemuan empat mata antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) Senin malam lalu 13/4) terus menjadi perbincangan hangat di kalangan elite Partai Demokrat dan Golkar. Sempat muncul kabar bahwa dalam pertemuan itu SBY setuju memberikan posisi cawapres kepada Golkar. Tapi, ada syaratnya.

Yakni, cawapres harus diajukan secara resmi oleh Golkar. Artinya, di internal partai beringin itu harus solid dalam mengajukan nama cawapres. Jika memang JK yang disodorkan, seluruh jajaran pengurus Golkar, mulai pusat hingga daerah, harus solid mendukung keputusan itu.

Ketua Harian Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu di Kantor DPP Partai Golkar kemarin ketika dikonfirmasi soal kabar tersebut membenarkan.

Menurut dia, berdasar komunikasi dengan SBY, Partai Demokrat memang sudah menawarkan untuk kembali berkoalisi dengan Golkar. Tapi, Demokrat mensyaratkan calon wakil presiden yang diajukan Golkar harus mendapatkan mandat dari partai.

SBY, lanjut Burnap -panggilan akrab Burhanuddin Napitupulu-, menegaskan bahwa Demokrat akan menolak bila calon wakil presiden yang diajukan Golkar tidak didukung partai. ”Kami sudah pernah bekerja sama dengan Demokrat. Dan, Pak SBY selama empat tahun tentu sudah saling mengerti dari hati ke hati,” paparnya.

Karena Demokrat dan SBY sudah memberikan lampu hijau untuk kembali berkoalisi, tugas JK kini tinggal meyakinkan 33 DPD I untuk mendukung pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden dari Golkar. Untuk itu, DPP Golkar nanti malam menggelar rapat konsultasi nasional dengan seluruh DPD I. Rapat tersebut akan menjadi ajang pengarahan dari JK sebagai ketua umum tentang arah koalisi yang diharapkan DPP Partai Golkar.

”Para ketua DPD I tentu juga sudah melakukan kalkulasi ke mana arah koalisi. Setelah melihat fakta bahwa kami bukan nomor satu, tentu mereka bisa realistis,” ujarnya.

Burnap mengakui pasti akan ada resistensi, terutama dari kubu yang menilai koalisi di pemerintahan dan parlemen selama ini hanya menguntungkan SBY dan Demokrat. Namun, DPP akan mengarahkan agar kekalahan pada pemilu legislatif karena tidak mampu mengklaim keberhasilan pemerintah menjadi pelajaran berharga bagi Golkar. ”Kita harus melihat ke depan,” ujarnya.

Rapat Konsultasi Nasional DPP Partai Golkar yang malam ini digelar di DPP Partai Golkar akan dimulai pukul 19.00 hingga 23.00. Rapat konsultasi yang berlangsung tertutup itu bakal dilanjutkan dengan rapat pimpinan nasional khusus pada 23 April mendatang di Hotel Borobudur, kawasan Pejambon, Jakarta Pusat.

Di tempat terpisah, sejumlah elite di lingkaran DPP Partai Golkar semakin terang-terangan menyuarakan dukungan agar ketua umum mereka Jusuf Kalla (JK) menjadi cawapres SBY pada pilpres mendatang. Bahkan, ajang Rapimnasus (rapat pimpinan nasional khusus) partai beringin itu yang akan dihelat 23 April mendatang didorong supaya hasilnya bisa diterima kubu SBY.

”Kami tentu berharap (hasil rapimnasus, Red) itu bisa diterima dengan baik oleh Partai Demokrat,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono di gedung DPR, Senayan, kemarin (15/4).

Setelah menyikapi hasil pemilu, lanjutnya, rapimnasus akan memutuskan soal pencalonan capres-cawapres, beserta pilihan arah koalisinya. Agung kembali menyebutkan, Golkar harus realistis dengan meninjau ulang opsi pengajuan JK sebagai capres. Sebab, perolehan suara Golkar dalam pemilu berada di bawah Partai Demokrat.

Agung sendiri berpendapat, tidak ada salahnya koalisi Partai Golkar dengan SBY dan Demokrat dilanjutkan. Dia sendiri termasuk yang getol mendorong JK untuk berduet lagi dengan SBY. Sebab, banyak masyarakat yang puas dengan kinerja pasangan SBY-JK.

Dia menambahkan, sebagai partai yang masuk tiga besar, Golkar berada dalam posisi yang sangat tepat untuk mengajukan cawapres. ”Kami berharap posisi itu (cawapres, Red) diperoleh Golkar dalam koalisi. Saya kira wajar saja itu,” kata Agung yang juga ketua DPR RI itu.

Meski demikian, Agung menyebut, keputusan final tetap berpulang kepada pilihan SBY sendiri. ”Yang jelas, Golkar berusaha mengikuti SBY, yang ingin semuanya by rules (sesuai aturan, Red), transparan, dan diusulkan secara formal,” tuturnya.

Apakah Golkar tetap menjadi bagian dari koalisi kalau SBY menetapkan cawapres bukan JK? ”Tentu semua bagian dari proses negosiasi. Setiap berkoalisi ada yang diberikan dan diperoleh,” jawabnya, lantas tersenyum.

Di bagian lain, Partai Demokrat menganggap Partai Golkar masih terpecah. Pengajuan nama JK menjadi cawapres bagi SBY dianggap belum didukung secara utuh di internal partainya.

Ketua DPP Partai Demokrat Max Sopacua menyatakan, pihaknya melihat duet SBY-JK sebenarnya sangat pantas diteruskan. Sebab, mereka sudah terbukti cocok selama hampir lima tahun memerintah. ”Secara pribadi maupun figur, JK tidak ada masalah,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Bravo Media Center (BMC), Jakarta, kemarin (15/4).

Namun, ungkap dia, masalah terbesar justru sebenarnya berasal dari internal partai yang dipimpin Kalla, Partai Golkar. Terutama, jelas Max, sejak memasuki babak akhir masa kampanye pemilihan umum legislatif beberapa waktu lalu. Yaitu, munculnya dukungan dan sikap dari Partai Golkar untuk mencalonkan capres dari internal partai.

”Sekarang memang sudah mulai bergeser, tapi belum semua kan?” ujarnya. Menurut dia, hingga kini, internal Golkar belum benar-benar satu suara dalam menyikapi pencalonan JK kembali sebagai pendamping SBY.

”Ya, kami lihat dulu, semua bergantung pada opini (di internal Golkar) dalam masa-masa terakhir menjelang pemilu presiden nanti,” kata mantan penyiar TVRI itu.

Menurut Max, faktor partai merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kepastian menggandeng JK. Golkar tetaplah merupakan koridor utama untuk memuluskan jalan JK menjadi cawapres SBY. ”Nah, kalau ada yang tidak mendukung (JK) bersama kami lagi, kan susah. Tidak bisa seperti itu,” tandasnya.

Partai Demokrat akan membahas kepastian cawapres pendamping SBY, termasuk peluang JK, dalam Rapat Pimpinan Partai Demokrat pada 25-26 April mendatang. ”Di situ akan kami hitung benar-benar peluang calon-calon itu,” ujar Max. (noe/dyn/kum)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: