KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Soal Koalisi SBY-JK, PKS Tunggu Keputusan Majelis Syura

Posted by Administrator pada April 16, 2009

[ Rabu, 15 April 2009 ]
JAKARTA – Sejumlah partai politik mengalami perpecahan internal menghadapi dinamisasi koalisi. PKS, misalnya. Petinggi partai itu terbelah dalam menyikapi menguatnya SBY-JK.

Bila Sekjen PKS Anis Matta mengancam meninggalkan Demokrat jika SBY bergandengan dengan JK, Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah bersikap moderat. Dia menyatakan, sikap resmi PKS terkait dengan proses pencapresan harus diputuskan melalui Majelis Syura yang beranggota 99 orang.

Menurut dia, ancaman sejumlah elite PKS untuk keluar dari koalisi kalau SBY menggandeng JK belum menjadi sikap resmi partainya. ”Itu harus diluruskan. Tidak boleh PKS main ancam,” tegasnya di Jakarta kemarin (14/4).

Zulkiefli menyatakan, untuk menaklukkan krisis ekonomi global, dibutuhkan pemerintahan yang didukung koalisi yang kuat, beretika, serta taat pada komitmen. Dalam konteks ini, kata dia, keikutsertaan Golkar mutlak diperlukan. ”Harus diakui, kualitas kader-kader Golkar masih lebih baik,” ungkapnya.

Dia menegaskan, kalau setelah dibicarakan bersama semua mitra koalisi SBY menerima JK, tidak ada alasan untuk menentang kesepakatan tersebut. ”Saya kira PKS akan setuju dan tetap mengikuti koalisi itu,” ujarnya.

Meski begitu, dia memaklumi bila ada sebagian kader PKS yang menolak berkoalisi dengan Golkar. Sebab, dari pengalaman lapangan sejumlah proses politik, PKS memang sering berhadap-hadapan dengan Golkar. ”Tapi, politik Indonesia mengajarkan kami banyak hal,” kata Zulkiefli.

Dia mencontohkan pertemuan politik Wiranto dengan Prabowo pada Senin lalu. Padahal, keduanya sempat berposisi diametral. ”Itu langkah politik yang sangat rasional. Makanya, tepat dan benar,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wasekjen DPP PKS Bidang Komunikasi Politik Fahri Hamzah tetap membela Anis Matta. Menurut dia, SBY sebaiknya tidak mengulangi kegagalannya bersama JK dalam membangun pemerintahan yang kompak, baik di kabinet maupun DPR. ”Ada kesan SBY takut dan mempertimbangkan JK kembali menjadi Wapres. Padahal, itu akan mempersulit kemenangan dan soliditas pasca kemenangan,” jelasnya.

Jika duet SBY-JK kembali terjadi, Fahri meyakini pemerintahan yang terbentuk akan dijejali terlalu banyak kepentingan. ”Makanya, kami berpikir sulit juga untuk masuk lagi dalam koalisi pemerintahan SBY-JK,” ucapnya. (pri/tof)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: