KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Laga Ekshibisi MU Batal, Panpel Rugi Besar

Posted by Administrator pada Juli 18, 2009

[ Jawa Pos, Sabtu, 18 Juli 2009 ]
AKSI pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton kemarin (17/7) berimbas langsung pada pembatalan laga ekshibisi Manchester United (MU) versus Indonesia All Stars Senin (20/7). Peristiwa tersebut membuat panitia penyelenggara (panpel) lokal rugi besar. Namun, hingga kemarin, panpel masih enggan merinci kerugian yang diderita. ”Soal kerugian tidak perlu dibicarakan sekarang karena kami harus menghitung lebih rinci,” ujar Agum Gumelar, ketua panpel, di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, perwakilan panpel menyatakan, kebutuhan untuk menggeber perhelatan itu mencapai Rp 35 miliar, termasuk USD 2 juta (setara dengan Rp 20 miliar) sudah dibayarkan kepada MU sebagai biaya kedatangan mereka ke Jakarta. Menurut Agum, persiapan panpel untuk menyambut kedatangan tim berjuluk Setan Merah itu mencapai 90 persen. 

Jika dirunut, panpel sudah mengeluarkan dana untuk uang muka sejumlah kamar di JW Marriott dan Ritz-Carlton. Dua hotel tersebut menjadi tempat menginap dua tim yang bakal berlaga. Indonesia All Stars yang diperkuat 21 pemain menginap di JW Marriott lantai 8, 9, 12, dan 16 sebanyak 22 kamar. Nah, para pemain dan ofisial MU diinapkan di Hotel Ritz-Carlton dengan disiapkan 98 kamar, mulai lantai 18 sampai 24.

Panpel juga sudah menyewa Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dan beberapa lokasi lain untuk mendukung acara tersebut. Di antaranya, parkir barat dan timur GBK, Istana Olahraga (Istora) GBK, dan tennis indoor GBK. Total uang sewa GBK mencapai Rp 1,2 miliar.

Beruntung, GBK memberikan kemudahan pembayaran. ”Regulasi menentukan, pihak penyewa harus membayar 25 persen dari biaya sewa. Tapi, kalau pembatalannya karena bencana seperti ini, kami bisa mempertimbangkan lagi,” ujar Mahfudin Nigara, direktur pembangunan dan pengembangan usaha Gelora Bung Karno. Sebanyak 77 ribu lembar tiket juga telah terjual habis. Tentu calon penonton berharap uang mereka kembali utuh. ”Segala sesuatu yang berkaitan dengan panpel akan menjadi tanggung jawab kami. Jadi, tidak perlu khawatir,” ujar Agum.

Hanya, Agum tak berani menjanjikan kapan bisa merampungkan tanggung jawab tersebut. ”Dalam kepala saya, hanya ada persoalan bom itu. Mengenai solusi nanti dulu,” imbuh dia. Langkah terdekat yang bakal dilakukan Agum adalah segera terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia. Dia akan bertemu muka dengan perwakilan MU dan Proeven sebagai penyelenggara Asia Tour 2009. Dia berkeinginan agar kontrak pertandingan dibatalkan sehingga pihaknya bisa mendapatkan kembali biaya pertandingan.

Agum memang cukup kaget dengan keputusan mundurnya MU. Maklum, dia baru mendapatkan pernyataan tertulis tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut dia, pembatalan itu dilakukan atas saran dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kerugian akibat pembatalan juga dituai TVOne, pemegang hak siaran resmi pertandingan. Direktur Utama TVOne Erick Tohir juga tak mau membeberkan besarnya kerugian itu.

“Kami juga merugi, tapi kerugian kami tak lebih besar dibandingkan yang dialami panpel,” ucap Erick. Dia juga tak akan menekan LOC untuk kompensasi kerugian. Sebab, lanjut dia, hal itu disebabkan force majeure. ”Itu kejadian tak terduga. Jadi, soal kompensasi masih akan kita bicarakan nanti,” tambah Erick.

Ferguson Terkejut

Manchester United (MU) langsung shock ketika ada keputusan tidak bisa tampil di Indonesia. MU dijadwalkan melawan Indonesia All Stars di Stadion Gelora Bung Karno Senin nanti (20/7) dalam rangkaian tur Asia di empat negara.

Pelatih MU Sir Alex Ferguson termasuk yang sangat terkejut. Ferguson mendengar kabar pengeboman itu sesaat setelah MU mendarat di Malaysia. Terlebih, Ritz-Carlton adalah hotel yang akan ditempati MU di Jakarta. Gary Neville dkk, rencananya, check in di Ritz-Carlton setelah laga di Malaysia atau pada Minggu dini hari (19/7).

”Kami sangat terkejut. Kami tidak pernah ke Indonesia dan pihak promotor telah bekerja keras mendatangkan kami ke sana,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (17/7). ”Saya sudah 21 tahun terakhir menjalani tur ke Asia dengan Manchester United dan untuk kali pertama harus ditunda. Pembatalan tentu juga mengecewakan Indonesia. Tapi, kami tidak memiliki cara lain karena situasinya tidak aman bagi para pemain, staf, termasuk fans. Saya yakin, kami membuat keputusan terbaik,” urai pelatih 67 tahun berkebangsaan Skotlandia itu.

Hal senada juga diungkapkan Chief Executive MU David Gill. Keputusan pembatalan diambil setelah berunding dengan seluruh pihak berkait. Termasuk menunggu apakah pemerintah Inggris mengambil kebijakan travel warning bagi warga negara. ”Kami mempertimbangkan segala aspek dan keputusan telah didiskusikan secara matang. Keputusan bukan semata dari kami. Sebab, kami sadar, kami bakal mengecewakan fans di Indonesia karena ini adalah kunjungan pertama kami,” terangnya. (vem/fim/dns/iro)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: