KLIPING KORAN NASIONAL

Selalu Ada Yang Baru

Tak Ada Alumni Pondok Al Mukmin Ngruki Bernama Nur Hasdi

Posted by Administrator pada Juli 21, 2009

[ JawaPos, Senin, 20 Juli 2009 ]
Pernyataan bahwa Nur Hasdi adalah alumnus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Solo, dibantah para pemimpin pondok tersebut. Hal itu disampaikan oleh Pembantu Direktur Ponpes Ngruki Sholeh Ibrahim di kantornya, sekretariat Ponpes Al Mukmin, kemarin (19/7).

Dia menegaskan, di buku daftar induk murid dan alumni pesantren itu tidak ditemukan nama Nur Hasdi atau Nur Sahid atau Nurhasbi. Karena itu, lanjut Sholeh, pihaknya menuntut Abdurrahman Assegaf agar minta maaf atas pernyataan yang mengaitkan Nur Hasdi dengan Ngruki.

Abdurrahman Assegaf yang Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia memang menyebut Nur Hasdi alumni Ponpes Ngruki.

Sholeh kemarin juga membantah pernyataan Abdurrahman bahwa Nur Hasdi seangkatan dengan Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri di Kedubes Australia.

“Di buku induk tidak ada tiga nama yang disebut Abdurrahman itu. Sebagai mantan kepala KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah, program yang ditempuh Asmar di Ngruki, Red), saya ingat teman seangkatan Asmar. Tapi, tidak ada yang bernama Nurhasbi atau Nur Hasdi,” terang Sholeh.

Dia justru memaparkan bahwa salah seorang teman seangkatan Asmar adalah Abdul Hadi yang tewas karena tertembak dalam penyergapan polisi di Wonosobo beberapa tahun lalu. Sehingga, tidak ada teman Asmar yang bernama Nurhasbi atau Nur Hasdi maupun Nur Sahid yang berasal dari Al Mukmin.

Sholeh menyebut Abdurrahman memfitnah Ngruki dengan menyebarkan kabar tidak benar itu. Dia berharap Abdurrahman bersedia mencabut pernyataan yang dianggapnya sebagai fitnah tersebut dan meminta maaf kepada Ponpes Al Mukmin. Sebab, sebagai lembaga pendidikan, Al Mukmin terganggu dengan pernyataan yang dinilai menyesatkan tersebut.

Jika itu tidak dilakukan, tegas Sholeh, pihaknya mengambil langkah-langkah yang dianggap tepat untuk menjaga nama baik lembaga.

“Hasil pengecekan buku induk antara 1987-1993 dan 1988-1994, tidak ada nama-nama seperti yang disebut Abdurrahman Assegaf. Lalu, apa dasar dia berkata seperti itu?” ucap Sholeh. (in/tej/jpnn/kum)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: